|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Antropologi Tetap Dibutuhkan di Banyak Bidang
|
Pemahaman sempit masyarakat awam terhadap antropologi menimbulkan kesan bidang ilmu pengetahuan yang satu ini tidak berkembang, yang berdampak pada minimnya mahasiswa yang memilih studi antropologi. Padahal tidak sedikit proyek, baik pemerintah maupun swasta termasuk LSM, yang mengandalkan antropologi sebagai alat analisa dalam mengkaji setiap masalah yang dihadapi. Hal ini terungkap dalam seminar bertema Visi-misi dan Pengembangan Jurusan Antropologi, yang diselenggarakan jurusan antropologi FISIP Unsrat, Rabu (29/03).
“Malahan Kapolri pernah memerintahkan agar jajarannya menggandeng antropologi untuk memberikan pengajaran mengenai kebudayaan lokal. Maksudnya agar aparat lebih mengerti budaya setempat di mana ia bertugas. Ini jadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa antropologi tetap dibutuhkan,” jelas Dra Maria H Pratiknjo MA, ketua jurusan antropologi.
Diakui Pratinkjo, jurusan yang dipimpinnya menghadapi sejumlah masalah antara lain: menurunnya jumlah minta mahasiswa, belum memadainya sarana dan prasarana mengajar, dan minimnya handout dan buku ajar yang disediakan pengajar.
Meski demikian jurusan ini memiliki sejumlah kekuatan di antaranya: 40 persen pengajar berkualifikasi S2 dan S3, 65 persen pengajar punya jabatan fungsional lektor, adanya komitmen pimpinan fakultas dan universitas untuk mengembangkan jurusan ini.
“Bahkan jurusan kami mendapat dana hibah kompetisi SP4 untuk tahun 2006 dan 2007,” tambah Pratiknjo.
Sementara itu menyangkut strategi pengembangan di antaranya membuka kelas parallel di beberapa tempat yang sedang dirintis, merevisi kurikulum 10 tahun ke depan yang berbasis kompetensi sesuai selera pasar, dan membuka program studi antropologi pariwisata, antropologi kesehatan dan antropologi sinema, serta penambahan/pengadaan buku teks untuk perpustakaan jurusan.(win)
|
|