|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
FOCUS: Hasil Tes
CPNS Sarat KKN
|
Hasil tes CPNS Kabupaten Talaud dinilai sarat dengan KKN. Penilaian ini disampaikan LSM Front Organisasi Control Untuk Sulut (FOCUS) Kabupaten Talaud, melalui siaran pers yang diterima harian ini, Minggu (02/04) kemarin.
Sebagaimana temuan tim investigasi LSM FOCUS Kabupa-ten Talaud yang diwakili, Samuel Tuwoliu dan Ajen Sumare SSos, banyak yang lulus di tenaga honorer tetapi kenyataan di lapa-ngan mereka tak pernah honor.
Data-data yang ditemui tim LSM FOCUS Kabupaten Talaud me-nyebutkan seperti, Hosky Lalintia, No Ujian 710450196 (6 tahun masa kerja), yang bersangkutan ternyata Ketua Golkar Kecamatan Beo. Kemudian Persi L Wado, No Ujian 710450641 (6 tahun masa kerja), Denny Dansi Sasea, No Ujian 71050247 masa kerja 1 tahun yang bersangkutan adalah Ketua Golkar Kecamatan Rainis. Rini Astuti Mandiri, No Ujian 710450200 masa kerja 1 tahun, merupakan anak dari Asisten II Kabupaten Talaud, Drs H Mandiri, Rudolf M Sono, No Ujian 710450176 (masa kerja 2 tahun), Ferdinan Laloma, No Ujian 710450486 (15 tahun masa kerja) dan masih banyak lagi anak/kerabat para pejabat yang lulus CPNS di Talaud.
Karena itu, LSM FOCUS Ka-bupaten Talaud meminta Gu-bernur Sulut dan Kepala Badan Pengawas Propinsi, untuk me-nindaklanjuti para pejabat yang mengeluarkan SK honor palsu bagi para CPNS.
Ketua LSM FOCUS Kabupaten Talaud, Eddy C Latjandu SH, yang juga merupakan mengakui hasil temuan tersebut. “Ini meru-pakan suatu pembohongan pu-blik dari pejabat yang menge-luarkan SK tersebut,” ujar advokat senior dari Talaud ini.
GPMP Kumpul Data
Sementara itu, Gerakan Per-juangan Masyarakat Perbatasan (GPMP) tengah sibuk-sibuknnya mengumpulkan data keganjilan hasil tes yang diumumkan Pemprop Sulut belum lama ini.”Kami sedang mengumpulkan bahan atau data keganjilan kelulusan CPNS Sulut sebagai bahan pressure ke pemerintah pusat. Ini terang saja akan dimatangkan, sehingga gubernur harus menggubris usulan ka-bupaten/kota untuk memper-baiki hasil ujian tes CPNS.” ujar Riddy Manikoe didampingi unsur pemuda lainnya, Verry Bawole dan Jhon Bahiu.
Gubernur Sulut lanjut mereka harus menindaklanjuti dan menyikapi usulan kabupaten /kota untuk memperbaiki sejumlah keganjilan dalam kelulusan antaranya nomor dan identitas berbeda, nama yang tak ikut seleksi namun lolos ujian, honda yang ditengara karbitan alias hasil rekayasa namun lolos, hilangnya puluhan jatah Sangihe. “Data -data ini akan dikumpulkan secara rinci termasuk data keganjilan lainnya untuk dilaporkan ke BKN lewat aksi bahkan jika perlu ke presiden di Istana Negara,”tukas Manikoe.(tr2/med)
|
|