|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Namaku (LW) Dicatut
Oleh: Landy Wowor
|
SEORANG ibu terheran-heran melihat anaknya, siswa kelas 3 SD, sebut saja Alex, sudah pulang sekolah jauh lebih cepat dari biasanya. Karena penasaran, segera saja dia menemuia Alex. “Nak, kok hari ini kamu pulang cepat?” tanya si ibu. “Sekolah libur, Ma, ada guru yang sakit,” jawab Alex enteng.
“Oh ya? Siapa guru yang malang itu, Lex?” tanya si ibu lagi. Alex pun terdiam sejenak. “Itulah Ma, Alex masih sedang pikirkan guru mana yang sakit?” tukas Alex sekenanya, lalu cepat-cepat beranjak ke kamar. Sang ibu terpana, sambil geleng-geleng kepala. “Anak-anak sekarang memang makin cepat pintar, berbohong…,” batinnya, sambil menuju kamar anaknya. Sementara kita, mungkin juga ikut tersenyum.
Ya, entah bagaimana, anak-anak sekarang sering begitu enteng merenda kebohongan, termasuk mencatut nama gurunya agar bisa terbebas dari kewajiban bersekolah. Bayangkan, anak-anak saja sudah begitu, apalagi yang lebih dewasa.
Buktinya, namaku sendiri (LW) lengkap dengan media tempatku berkarya (Komentar), kemarin (03/04) dicatut seseorang. Caranya, dia mengirimkan pesan singkat (short massage service/SMS) kepada petinggi PT PLN Sulutenggo seolah-olah dari saya. Isinya pun terkesan mengadudomba para pejabat di instansi itu. Terutama Kabag Humas yang sekarang justru sudah menjabat Deputi Manager Pengembangan Usaha PT PLN Wilayah Sulutenggo, Ir Max Koraag.
Pak Max sendiri, saat kuhubungi, hanya tersenyum. Aku pun coba memahami responsnya itu. Ya, memang, untuk bereaksi pasti juga akan menimbulkan apresiasi orang lain. Untuk diam, imbasnya kurang lebih sama. Namun sebagai manusia, rasanya tak salah juga kalau kita mengeluarkan unek-unek. Misalnya, rupanya aku dan Komentar sudah cukup populer sekarang sampai-sampai namaku dicatut orang. Semoga Tuhan mengampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan! (*)
|
|