|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sumur Kecil di Sario, Berjasa Waktu Banjir
|
UNIK, tapi itulah yang terjadi di Lingkungan V Kecamatan Sario. Sebuah sumur mungil berusia 16 tahun ternyata berisikan air PAM. Dan ketika banjir lalu, sumur ini jadi ‘penolong’ warga. Tapi bagaimana sampai hal ini terjadi?
Sebuah sumur kecil dengan kedalaman hampir 2 meter terletak tepat dipinggir jalan beraspal tepatnya di lorong Maesa yang menghubungkan Jalan Samrat dan Jalan Piere Tendean Boulevard. Bahkan, airnya terletak persis di permukaan jalan.
Salah seorang ibu rumah tangga bernama Acen R Bano (40) menuturkan, sumur ini sudah berada sejak awal ta-hun 1990. Waktu itu, masya-rakat setempat dikagetkan dengan air yang meluap ke jalan. “Awalnya torang di sini kira ada mata air mar kemu-dian nda yakin kalau itu mata air, soalnya torang dekat laut. Akhirnya torang sadar kalau air yang meluap itu hari PAM. Mungkin stou lantaran oto kontainer sebelumnya ada le-wat-lewat di lorong sini sehing-ga beking pica itu pipa,” ung-kapnya.
Diceritakannya, setelah meyakini ada pipa yang bocor di dalam tanah akhirnya me-reka sepakat untuk menggali tanah tersebut dan ditemukan ternyata ada sebuah pipa ber-ukuran besar mengalami ke-rusakan. “Kong torang lang-sung beking bois dari beton kong masuk ke dalam lobang yang torang ada gali. Kong torang rame-rame kase bersih itu bois, dan sampe sekarang tiap bulan dua kali ada bersih ini sumur,” ujarnya.
Ditanya sikap PDAM, ia me-ngatakan pihak PDAM sudah beberapa kali datang untuk memperbaiki pipa tersebut namun tidak berhasil karena airnya cukup deras.
Menariknya, Acen menutur-kan, sumur tersebut pernah berjasa sewaktu terjadinya banjir besar di Manado di ma-na banyak masyarakat kesu-litan mendapatkan air bersih. “Waktu itu dorang rame-rame batimba di sini termasuk ma-syarakat dari Singkil juga da-tang batimba di sini. Ada yang datang pake gerobak deng ada yang pake oto. Sumur ini pe jasa besar sekali, jadi torang nimau kalau pemerintah mo tutup,” katanya. Ditambah-kan, karena keberadaan su-mur ini tak bisa diklaim milik seseorang, maka siapa saja yang hendak mempergunakan, tidak ada larangan. “Semua masyarakat boleh datang batimba di sini,” kuncinya.(**)
|
|