HOME : FOOTBALL

Berita Panggung Politik

04 April 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Prof Drs Rustam Tamburaka 
Blak-blakan Soal PAW Djelantik 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Namaku (LW) Dicatut 
Oleh: Landy Wowor

Anggota Komisi II DPR 
Karikatur Australia = Penghinaan

USULAN Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Djelantik Mokompit oleh DPD Partai Golkar (PG) Bolaang Mongondow saat ini masih sementara dipelajari oleh DPP. Hal ini dikatakan anggota Fraksi PG DPR-RI yang duduk di Komisi II, Prof Drs Rustam Tamburaka, Senin (03/04) kemarin.
Tamburaka saat dicegat wartawan di sela-sela acara dialog dengan DPRD Sulut mengatakan, mengenai PAW anggota DPR-RI tentu beranjak dari usulan DPD kota/kabupaten lantas harus melalui propinsi lalu ke DPP. “Tapi setahu saya sampai ini belum ada tindak lanjutnya. Tadi (kemarin siang, red) saya baru bicara dengan jajaran PG Bolmong termasuk bupatinya. Mereka ternyata tetap bersikeras agar PAW diberlakukan. Untuk itu saya menawarkan jadi penengah untuk win-win solution,” tukas utusan daerah pemilihan Sulteng ini.
Dikatakan, ada baiknya juga pada forum klarifikasi Djelantik harus minta maaf. Ini setidaknya akan mengarah ke penyelesaian masalah. Karena dengan rujuk pasti akan ada solusi. “Memang ada aturan partai untuk masalah ini. Tapi saya kira langkah maaf-memaafkan termasuk etika politik paling elegan,” tambah lelaki yang mempersunting wanita berdarah kawanua, tepatnya asal Tolok, Rosna Sondakh ini.
Sedangkan menurut personel Fraksi PG, Abdul Gaffur, untuk sanksi PAW tentu harus melalui ketentuan organisasi. Yakni DPD kota/kabupaten berkordinasi dulu dengan pengurus propinsi sebelum usulan ke DPP. “Tahapan saling memanfaatkan akan jadi salah satu pertimbangan terhadap kasus seperti di Bolmong,” jelasnya. (teddy) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin