|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dana
BOS Cair, Kepsek Siapkan "Karung"
|
Kepala-kepala sekolah SD, SMP dan SMA/SMK siap-siap membawa "karung" karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Khusus Murid (BKM) di Sulut akan dicairkan. Meski sebelumnya alokasi dana bantuan bidang pendidikan itu sempat dipertanyakan pengelola sekolah di wilayah ini karena tidak kunjung turun.
Kepastian akan turunnya dana BOS dan BKM itu disampaikan anggota tim penyaluran dana tersebut di Diknas Propinsi Sulut, Senin (03/04) kemarin. Kabar tentang pencairan dana tersebut menyusul adanya Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Sementara itu Kadis Diknas Sulut Drs A Lomban MSi yang didampingi Hubmasnya Ronny Sepang SH, Senin kemarin mengatakan jumlah dana yang dicairkan sama dengan semester genap tahun lalu. Sesuai dengan petunjuk, sistim pencairannya dilakukan pertriwulan.
Untuk semester sekarang ini, menurut dia terhitung sejak Januari hingga Maret 2006. Besaran dana yang diterima untuk BOS Rp 58.750 per siswa SD, dan Rp 81.125 per siswa SMP. Sedangkan dana BKM untuk siswa SMA sederajat RP 65.000 persiswa. "Dana BOS dan BKM untuk semester sekarang ini baru dicairkan tiga bulan dan sisanya sementara dalam proses," tambahnya.
Sesuai data yang data tambahnya, pencarian dana BOS dan BKM periode Juli-Desember 2005 untuk SD/MI/SDLB/Salafiyah mendapat Rp 117.500 per siswa atau Rp 235.000 per siswa per tahun. Untuk SMP/MTs/SMPLB/Salafiyah sebesar Rp 162.250 per siswa atau Rp 324.500/siswa/tahun.
Disebutkan, dana BOS akan diberikan kepada sekolah baik negeri maupun swasta melalui rekening Kepsek masing-masing. Sekolah yang biaya operasionalnya dibebankan kepada siswa diharapkan untuk tidak mengambil dana BOS. Untuk pengawasan pelaksanaan dana BOS, Dinas Pendidikan bersama masyarakat melakukan monitoring (pengawasan).(lex)
|
|