HOME : FOOTBALL

Headlines News  

05 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Bahtera Nuh ‘Ditemukan’ di Belanda


BAHTERA sepanjang 150 hasta dengan tinggi 30 hasta berada di Belanda. Bahtera ini terbuat dari kayu pinus dan cedar. Inilah Bahtera Nuh di zaman moderen yang replika-nya dibuat pria asal Belanda bernama Johan Huibers.
Atas karyanya itu, beberapa orang berpikir dia gila. Istrinya juga tak bisa dikatakan se-nang. Akan tetapi seperti Nuh di Alkitab, pria bernama Johan Huibers ini terus maju dalam misinya: membangun replika Bahtera Nuh sebagai bukti akan imannya terhadap kebe-naran literal dari Alkitab.
Penduduk di Schagen, 30 mil sebelah utara Amsterdam, ke-rap terpana memandang kapal kayu besar yang saat ini ham-pir dalam penyelesaian. Bah-tera Johan dirancang untuk dapat melalui setiap jembatan dan pintu air sepanjang rute perjalanan yang telah ia ren-canakan, melalui perairan dalam sampai kota-kota besar di Belanda. 
Dengan perhitungan sesuai ukuran biblikal tua, bahtera itu mempunyai panjang 150 hasta dengan tinggi 30 hasta dan lebar 20 hasta. Itu sekitar 230 kaki panjangnya, tinggi 45 kaki, dan lebar 30 kaki. 
Seperti digambarkan dalam Kejadian, Nuh menggunakan “kayu gofir” untuk memba-ngun bahteranya. Bahtera Jo-han dikonstruksi dengan kayu cedar Amerika dan kayu pinus Norwegia - di atas lambung ka-pal yang terbuat dari baja top.
Walaupun spektakuler, bah-tera itu hanya dapat memuat seperlima dari yang dibangun Nuh, menurut kebanyakan cendikiawan biblikal.
“Dan pikirkan saja, Nuh melakukannya sendirian dan tanpa alat-alat modern. Itu tidak terbayangkan, bukan?” kata Johan, kontraktor energik berusia 47 tahun itu.
Menurut Kejadian, Nuh me-ngambil tujuh pasang binatang yang tidak haram dan satu pasang dari binatang lainnya, ditambah istrinya, tiga anak-laki-laki dan tiga menantu pe-rempuan saat bumi dipenuhi oleh banjir raksasa.
Visi Huibers lebih sederhana. Ia berencana memenuhi bahte-ranya dengan koleksi binatang yang biasa ada di peternakan seperti kuda, domba, ayam, ke-linci, plus eksibisi dari bina-tang-binatang eksotik.
Ia berharap segera berlayar pada September - menampil-kan bahtera itu sebagai kom-binasi monumen religius, mu-seum dan kebun binatang kecil.
“Ini akan banyak berbicara kepada anak-anak, karena itu memberikan mereka sesuatu yang nyata untuk melihat bahwa Bahtera Nuh benar-be-nar ada,” kata Huibers. “Me-reka akan mendengar bunyi kayu berderit-derit, mencium bau-bau binatang.”
Huibers mendapatkan ide itu sekitar satu dekade lalu dan kemudian membeli dan me-nimbun sekitar 1200 batang kayu yang dibutuhkan sejak musim panas lalu. Anaknya Roy, 17, dan beberapa teman pekerja membantu apa yang mereka bisa. Tetapi kebanya-kan dikerjakan oleh Huibers. 
Lalu bagaimana dengan Ny Huibers, istri Johan? “Dia tidak sungguh-sungguh menyu-kainya,” katanya. “Dia selalu berkata ‘Mengapa kamu tidak menggali sumur-sumur di Ethiopia? Saya pernah terlibat di beberapa proyek di sana. Namun dia mengerti, (bahwa) ini adalah mimpi saya.”
Melihat adalah mempercayai. Huibers mulai memasang paku Desember lalu dan pada se-buah sore yang beku di bulan Maret, ia berjalan dengan ener-gik di sekitar kapal, menun-jukkan bagaimana itu semua akan bekerja.
Pintu masuk dipasang mela-lui jembatan besar di samping, yang menuju lantai kedua dari tiga tingkat, dimana binatang akan disimpan. Tangga mem-bawa pengunjung untuk meli-hat tingkat pertama dan ketiga. Pada dek atas akan didirikan sebuah rumah kecil untuk me-nyediakan minuman, dengan kebun binatang di luar.
Bahtera Johan akan diisi binatang yang masih bayi, yang dipercayai Johan bahwa Nuh juga telah melakukannya un-tuk menghemat tempat. Bina-tang yang masih bayi juga lebih lucu, dan ini akan membantu bisnis.
Total biaya dari proyek non-profit ini diperkirakan sedikit di bawah $1,2 juta (sekitar 12 milyar). 
Huibers berencana memu-ngut tiket masuk sekitar $2,40 untuk anak-anak dan $3,60 untuk orang dewasa, yang ter-masuk tur, minuman, dan se-buah pamflet religius. “Jadi se-tidaknya sekitar ratusan ribu orang harus berkunjung baru bisa dibilang sukses,” katanya. “Apakah kamu percaya mereka akan datang? Saya percaya,” kata Johan.
Huibers telah berhasil meya-kinkan kritikus terbesarnya: bank. Banklah yang menyedia-kan pinjaman. Bahtera Nuh harus sesuai dengan seluruh aturan pelayaran, aturan api, dan aturan mengenai hak-hak binatang. Walaupun berasal dari Belanda yang terletak di bawah ketinggian laut, keta-kutan akan semakin mening-ginya laut akibat pemanasan global atau banjir besar yang dikirimkan Tuhan tidak memainkan peranan yang istimewa dalam rencana pria Belanda itu.(cpc)


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin