|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
PAD dinas dan instansi jongkok
Runtu Kembali Ancam Lengserkan Pejabat Malas
|
Merasa terus dipermainkan oleh para bawahannya dalam hal pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati Minahasa Drs Vreeke Runtu akhirnya mulai kehilangan kesabaran.
Selasa (04/04) kemarin, disela-sela rapat evaluasi PAD dan Pajak Bumi Ba-ngunan (PBB) dengan seluruh jajaran ekse-kutif di ruang sidang Kantor Bupati Mina-hasa, bupati dalam pengarahannya se-cara tegas menyata-kan, siap mencopot pejabat yang malas dan kumabal dalam pencapaian target PAD.
Menurut Runtu, setelah tiga tahun lamanya menjabat bupati, maka dirinya merasa-kan telah cukup lama mema-jakan kalangan pejabat dalam tugas dan pelayanan. Dengan capaian PAD maupun PBB yang terpuruk, maka dirinya tak akan segan-segan mencopot atau mem-berhentikan oknum pejabat tersebut. “Saya telah memberikan ke-sempatan tiga tahun lamanya untuk mem-perbaiki kinerja. Jadi bagi pejabat yang tidak mampu capai PAD, sudah tidak ada lagi tawar-menawar. Apalagi tanya-tanya. Pokoknya selamat jalan,” tegas Runtu.
Begitu juga terhadap 18 camat, apabila hingga Septem-ber nanti yakni batas waktu pelunasan PBB tidak mencapai target 100 persen, malahan lebih rendah dari capaian tahun 2005 lalu, maka para camat siap diganti dengan pejabat yang lebih mampu.
“Tahun 2005 lalu ada 13 kecamatan yang lunas PPB 100 persen. Jadi kalau hingga September nanti capaiannya lebih rendah, itu berarti tujuh nae-nae enam dan sudah pasti itu camat kita mo karabas,” ujar Runtu.
Dalam rapat evaluasi PAD dan PBB yang diprakarsai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) tersebut dan dihadiri juga Wakil Bupati Rull Kuron dan Sekwilda Drs Nico Usoh MSi, Kadispenda Drs Warouw Karouwan MM secara blak-blakan mengung-kap data yang ada.
Dari target puluhan juta hingga miliaran rupiah yang dipatok ke dinas-intansi yang ada, ternyata baru sekitar enam dinas-intansi yang menca-pai target 25 persen ke atas dan sisanya di bawah 25 persen bahkan ada yang sama sekali belum memasukkan PAD sama sekali alias nol persen.
Menurut Warouw, adapun dinas/instansi yang belum menyetor PAD masing-masing, Dinas Pengairan, RSU Sam Ratulangi, PDAM dan Perpusta-kaan-Kearsipan. Sedangkan untuk dinas-instansi yang berhasil meraih target PAD seperti, Bagian Ekonomi 68,29 persen, Dispenda 36,60 persen, PDK 35,93 persen, BPKD 34,31 persen, serta Praskim 26,01 persen.
“Ini sesuai petunjuk bupati supaya transparan dan mem-bangkitkan kinerja pejabat. Makanya hasil pencapaian PAD harus dibacakan di forum seperti ini,” ungkap Waro-uw.(pen)
|
|