|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Diduga pilih kasih pemberian tunjangan
Selisih Gaji 2004 Sebesar Rp 700 Juta Disoal
|
Meski usia Pemkab Minut su-dah berjalan dua tahun lebih, namun bukan berarti persoalan tentang hak-hak pegawai yang belum terbayarkan dibiarkan be-gitu saja. Buktinya tunjangan struktural pegawai esalon III dan IV tahun anggaran 2004 yang di-duga disunat mulai disoal.
Total selisih gaji tersebut diper-kirakan mencapai Rp 700 juta, sebab anggaran tunjangan struk-tural ini terhitung delapan bu-lan, yaitu sejak dilantik pada 1 April hingga Desember 2004. Pe-micu hingga hal ini dipersoalkan disebabkan terbongkarnya skan-dal diskriminasi pembagian tun-jangan struktural.
Ternyata pada saat itu pejabat eselon II dan pejabat eselon III plus mendapatkan tunjangan struktural setiap bulannya, se-dangkan pejabat esalon III dan pejabat esalon IV tidak kebagian.
Sejumlah aktivis Minut sendiri ikut prihatin dengan persoalan ini, sehingga mereka mendesak agar Pemkab segera membayar selisih gaji mereka sebab hal tersebut merupakan hak yang harus diterima. “Konsekuensi ja-batan adalah mendapatkan tun-jangan, jadi sudah se-harusnya hal ini di bayarkan Pemkab Mi-nut,” ujar Pengurus Banteng Mu-da Indonesia (BMI) Minut Wiliam Luntungan.
Humas Minut Ir Ronny Siwi ketika dikonfirmasi mengatakan, hal ini sementara dipikirkan Pemkab dan sebagai juru bicara ia mengklarifikasi bahwa hak-hak pejabat tersebut tidak disu-nat oleh Pemkab. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan hingga hal tersebut terjadi, termasuk kondisi keuangan yang tidak memungkinkan.(ran)
|
|