|
|
|
|
![]() |
![]() |
Lestari Award 2006 Banjir Pendaftar
MANADO-Di luar perkiraan awal, ternyata iven tahunan Lestari Award 2006 yang dige-ber Yayasan Lestari mulai ke-banjiran peminat. Sebagai-mana dikatakan Yanti Gunadi Direktur Eksekutif Lestari, me-wakili pihak panitia, peserta yang mendaftar sudah menca-pai 80 persen.
Dan seperti hajatan serupa setahun silam, iven kali ini juga mengapresiasi Jurnalis Award (terdiri atas artikel cetak dan foto serta audio visual TV & Ra-dio) Pelaku Award (terdiri atas pengawal dan penjaga lingkung-an pesisir dan laut).
‘’Lestari Award adalah sebuah program yang dirancang untuk memberi penghargaan kepada individu yang telah berbuat untuk pelestarian lingkungan. Juga Lestari Award adalah penghar-gaan kepada jurnalis yang sangat giat dan jeli mempromosikan ke-pedulian pada pelestarian pesisir dan laut sambil terus,’’ ujar Yanti didampingi Kabut ‘RBJ’ Awan-syah, koordinator kegiatan ini.
Pihak panitia yang berkantor di Yayasan Lestari Rike menyata-kan masih akan terus membuka kesempatan bagi mereka yang berminat untuk memasukkan berkas pendaftaran. Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan panitia, untuk pendaftaran mulai 20 Maret hingga 20 April menda-tang. “Waktu yang panjang ini memberi kesempatan bagi ba-nyak pihak yang mau ikut agar dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang,’’ ujar Abut, panggilan akrab Awansyah.
Kegiatan ini akan melewati rangkaian proses publikasi pen-daftaran, seleksi, konsultasi publik, verifikasi lapangan dan penganugerahan pada 22 Mei 2006 mendatang. ’’Oleh kare-nanya kami mengundang para pihak untuk aktif terlibat dalam program penghargaan ini,’’ harap Yanti.(*/eky)
Jane C Wenas Setuju Perda Sampah
PERMASALAHAN sampah di Mana-do tak luput dari perhatian Jane Ciecie Wenas, gadis manis yang kini tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Klabat Airmadidi. Menurut dia, kesadaran masyarakat berandil besar terha-dap penanganan sampah. Se-cara blak-blakan bahkan Ciecie menilai kesadaran masyarakat Manado terhadap sampah masih perlu ditingkatkan.
“Makanya tidak heran jika hujan datang, banyak saluran air tersumbat gara-gara tidak disiplinya warga dalam mem-buang sampah,” katanya. Karena itu Ciecie menyam-but baik rencana diberlaku-kannya perda sampah di Manado.(dax)
Revisi APBD (Akhirnya) Dibahas Bersama
RABU (05/04) kemarin, Komisi B Dekot Manado menggelar hearing dengan eksekutif. Setelah sebelumnya sempat terjadi beda pendapat, namun akhirnya eksekutif-legislatif menemukan kata sepakat untuk membahas bersama revisi APBD 2006. Hearing ini sendiri yang menghadirkan Asisten III Pemkot Manado Drs Servius Sendow, Kabag Keuangan Wenny Rolos SE MSi ini digelar secara tertutup dan dimulai sekitar pukul 16.00 WITA.
Dikatakan Ketua Komisi B Dekot Manado, Drs RAS Didi Syafii, dengan duduk satu meja ini, maka semua catatan yang disampaikan pemprop akan dibahas secara bersama berikut revisinya.(eda)
Bangunan di Atas DAS Terminal Karombasan Agar Ditertibkan
SEDIKITNYA 10 bangunan warga yang berprofesi sebagai pedagang menempati lokasi tepat di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di samping Terminal Karombasan. Bahkan, bangunan yang sehari-harinya dijadikannya sebagai lokasi untuk berusaha tersebut menutupi saluran air. Akibatnya, tidak ada lagi terjadi siklus air yang sesungguhnya di dalam saluran air tersebut.
Sejumlah warga yang berdomisili di seputar kawasan pasar dan terminal mengatakan, keberadaan bangunan yang menutupi sa-luran air menjadi pemicu terjadinya banjir di dalam terminal. (imo)
Jalan Tololiu Supit Rusak Parah
PEMERINTAH Kota Manado melalui Dinas Prasarana Umum Kota Manado perlu memberi perhatian serius pada kondisi jalan Tololiu Supit. Pasalnya, dalam pantauan harian ini, kondisi jalan tersebut sungguh memprihatinkan. Terdapat kurang lebih puluhan lobang berukuran besar yang menghiasi ruas jalan dari Hotel Sahid Teling hingga SMAN 7.
Kepada harian ini, para sopir angkot meminta agar pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan tersebut. Hal senada juga dikemukakan sejumlah warga di wilayah tersebut.(imo)
Deviden PT Air Minum Bakal Direinvestasi
Deviden yang nantinya di-peroleh oleh PT Air Minum, ti-dak akan dibagikan kepada PDAM dan WMD, sebagai-mana layaknya sebuah peru-sahaan. Demikian dikatakan Direktur Utama PDAM Ma-nado Ir Hanny Roring MSi MM, Rabu (05/04) kemarin.
Menurut dia, deviden terse-but akan direinvestasi peng-adaan dan perbaikan sarana penunjang air bersih. Yang akan dibagikan, lanjut Roring, hanyalah pemasukan per tahun, di mana untuk lima ta-hun pertama Pemkot Manado akan mendapat Rp 2,1 M dan WMD mendapat Rp 1,5 M.
Di bagian lain, Roring meng-klarifikasi informasi yang menyebutkan bahwa pada bulan Oktober mendatang air yang dikelola PDAM Manado langsung siap minum. “Dalam tahap ini kita mengusahakan dulu supaya air dari PDAM be-nar-benar bersih dan mengalir secara kontinyu,” tegasnya.
Memang, lanjutnya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 telah dise-butkan bahwa mulai tanggal 1 Januari 2008 air harus siap minum. “Tapi hal ini tentu perlu proses dan akan dila-kukan bertahap. Artinya, bahwa pada waktunya mung-kin tidak serentak seluruh Manado akan langsung bisa menikmati layanan air mi-num, tetapi melalui pemba-gian zona,” paparnya. “Tetapi sekali lagi itu rencana jangka panjang,” imbuhnya lagi. Ditam-bahkan, PDAM bertekad untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga.(imo)
|
|