|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tamu
beberkan pejabat dan 50 staf akan kena
rolling
Dua Sespri Bupati Bersitegang Soal Mutasi
|
Entah mana yang sebenarnya layak memberikan keterangan menyangkut isu mutasi yang kian kencang bergulir di Pemkab Bolmong. Sespri (Sekretaris Pribadi) Bupati Bolmong, Roy Tandayu yang mengungkapkan soal mutasi belum dipikirkan bupati. Namun kenyataannya, Sespri Bupati lainnya, Tavif Tamu menegaskan rolling pe-jabat dan staf dilakukan pertengah bulan April ini. Kedua Sespri Bupati Bolmong itupun bersitegang soal isu mutasi.
Menurut Sespri Bupati Bol-mong, Tavif Tamu, Roy Tandayu tidak layak memberikan infor-masi soal isu mutasi. Melain-kannya, dirinyalah (Tamu, red) yang layak memberikan infor-masi tersebut.
“Saya yang merancang rolling itu, dan sekarang baru ram-pung nama-nama dari 50 staf. Kalau rolling staf ini boleh ha-nya lewat surat instruksi saja, jadi akan direalisasikan sesege-ra mungkin. Sedangkan mutasi hampir semua pejabat mulai eselon 2, 3 dan 4 direncanakan berlangsung pertengahan April. Lain kali, kalau konfirmasi ke bupati lewat sespri, harus di-konfirmasi dua-dua kwa, jangan hanya satu,” ucap Tamu dengan nada meninggi, yang terkesan menyalahkan Royke Tandayu.
Menariknya, ketika ditanya apakah pernyataan Tamu itu adalah perpanjangan tangan ju-ga dari statemen Bupati Bolmong, Tamu dengan cepat mengiya-kannya. “Tulis jo, itu adalah per-nyataan sespri atas nama Bupati Bolmong,” aku Tamu yang dike-nal juga sebagai ipar dari MMS.
Beberan tamu itu akhirnya memancing harian ini untuk mencari informasi lebih jelas la-gi. Orang dekat Ilongkow mem-beberkan, kini tinggal delapan dari 30 pejabat dari eselon 2, 3, dan 4 yang dinilai menunjung tinggi tri matra pengabdian, ter-masuk loyalitas.
Sementara itu, menyikapi isu mutasi yang dikait-kaitkan de-ngan politik, Jubir Bupati Bol-mong, Ir Yudha Rantung mem-bantah keras. “Mutasi adalah bentuk penyegaran dalam tu-buh birokrasi dan sama sekali tidak ada hubungan dengan politik,” papar Yudha.
Ia juga menyampaikan saran bupati, agar pejabat dan staf ti-dak perlu cemas atau resah de-ngan isu ini. Sebab penilaian pe-jabat itu bukan dikait-kaitkan dengan politik, melainkan kare-na kinerja yang maksimal yang senantiasa menjunjung tinggi trimatra pengabdian.
Sedangkan terkait perang di-ngin antara dua sespri bupati, Tamu dan Tandayu, Yudha me-nyarankan agar tidak perlu lagi membuat konfirmasi lewat keduanya. “Sebab kalau bicara pemerintah, ada Humas Pem-kab yang punya wewenang pe-nuh untuk memberikan konfir-masi,” tandas Rantung.(tus)
|
|