|
|
|
|
![]() |
![]() |
NEGARA Indonesia mungkin bisa masuk Guinnes Book of Records, sebagai negara yang paling banyak terjadi demonstrasi. Kalau melihat, membaca, dan mendengar di berbagai media massa, hampir tiap hari pasti ada berita demonstrasi.
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, karena tampaknya demokratisasi di Indonesia hampir-hampir berjalan tanpa batas. Akibatnya, segala sesuatu yang terkait dengan pengambilan keputusan, semuanya hampir-hampir selalu diambil karena intervensi demonstrasi. Hal ini juga nampak dalam kasus-kasus di pengadilan, di mana keputusan hakim juga dipengaruhi oleh massa penekan.
People power memang dapat dibenarkan dalam negeri demokrasi. Namun tataran etika, aturan hukum, dan logika juga harusnya menjadi bagian dari suatu gerakan people power. Karena bila landasan ini tidak kuat, maka segala sesuatu akhirnya terjadi karena proses demonstrasi, dan bukan karena pada kesadaran yang dilandasi nilai-nilai yang beradab dan manusiawi.
Kondisi negara kita yang marak dengan demonstrasi ini, juga dikritisi oleh seorang staf menteri Departemen Komunikasi dan Informatika Dr Freddy Tulung yang baru saja mengadakan seminar sosialisasi dana Subsidi Langsung Tunai di UKIT dan Tondano.
Bagi Tulung, demonstrasi yang marak terjadi itu juga berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia, khususnya dalam kaitan dengan investasi.
“Sebab, bagaimana investor mau menanamkan di negara kita, kalau mereka melihat di Indonesia selalu terjadi demonstrasi, dan banyak kalai terjadi pemogokkan. Hal ini tentu akan sangat merugikan mereka,” ujarnya.
Belum lagi, para investor merasa kurang aman, melihat kondisi masyarakat Indonesia yang belum juga stabil. Menurut Tulung, banyak investor yang dulunya berminat ke Indonesia, akhirnya mereka beralih ke negara-negara lain yang dinilai lebih aman menginvestasikan modalnya.
Kembali pada persoalan demonstrasi, maka sebaiknya hal itu dilakukan dalam koridor yang lebih baik dan terarah, misalnya dengan melakukan diskusi-diskusi atau dialog terbuka. Dan hasil-hasil diskusi itu kemudian menjadi rekomendasi untuk dicarikan jalan keluar. Dengan demikian tidap perlu turun jalan dan melibatkan massa yang banyak.(**)
|
|