|
|
|
|
![]() |
![]() |
Letty Togas Mengapa Harus Tambal Sulam?
MENYIKAPI rencana perbaikan jalan di Kota Manado, gadis cantik bernama leng-kap Letty Togas mempunyai pendapat tersendiri. Menurut dara kelahiran Manado, 28 Juli1980 ini, perbaikan jalan dengan program tambal su-lam ini justru akan memberikan dampak buruk bagi pemerintah dan masyarakat. Setidaknya ke-rugian bakal diterima mengingat kualitas aspal lewat tambal su-lam tak masuk kategori terbaik.
“Lebe bae beking bagus-bagus. Kalu cuma tambal sulam, nyanda lama le langsung rusak ulang,” ujar putri kesayangan dari pasangan Adolf Togas dan Altje Languyu ini.(mon)
RPH tak (Kunjung) Dimanfaatkan
KEBERADAAN Rumah Po-tong Hewan (RPH) Bailang yang nilainya mencapai miliaran rupiah sebagai hibah Pemerin-tah Jepang kepada Pemkot Manado, dan sempat diresmi-kan pada 25 Juli 2005 lalu, hingga kini tak kunjung diman-faatkan. Hal ini dinilai merupa-kan indikasi pemkot telah me-nelantarkan aset yang sangat berharga. Padahal, RPH Tikala yang ada saat ini, jauh dari kesan layak.
Ironinya, pemanfaatan RPH Bailang ini berdasarkan kete-rangan Sekkot Ir GSV Lumen-tut MSi MM kepada Komentar, Kamis (06/04) sudah diinstruk-sikan untuk dimanfaatkan pada awal tahun 2006, khususnya melalui Dinas Agribisnis
Menyikapi hal ini, legislator Kota Manado Ir Djafar Alkatiri mengatakan, pihak Dekot bakal menindaklanjuti masalah ini dengan menggelar hearing yang rencananya bakal meng-hadirkan Kepala Dinas Agribis-nis Ir Johan Sendow.(eda)
Jumpa Berlian BPK di TPA Sumompo
MENJAWAB keluhan sejum-lah masyarakat terhadap kon-disi terkini dari Tempat Pem-buangan Akhir (TPA) Sumom-po, pihak Badan Pengelola Ke-bersihan (BPK) Kota Manado mengambil kebijakan penting. Di mana, menurut Kepala BPK Boyke Rompas SH, pihaknya akan melakukan kegiatan kerja bakti di lokasi pembuangan sampah tersebut.
Dijelaskan Rompas, seiring dengan program Jumpa Berlian yang berlangsung setiap hari Jumat, maka badan yang di-pimpinnya akan memfokuskan kegiatan kerja bakti di TPA Sumompo.(imo)
|
|