|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
“Hanya Tuhan Bisa Akhiri Hidup Manusia’’
|
Hukuman mati harus ditolak. Tidak ada pem-benaran manusia mengakhiri hidup manusia. Oleh se-bab itu, eksekusi terhadap Fa-bianus Tibo cs harus dibatal-kan. Apalagi mereka bukanlah dalang kerusuhan seba-gaimana dituduhkan selama ini. Ada dugaan eksekusi ini untuk menghilangkan jejak para aktor intelektual dalam kasus di Poso. Demikian pene-kanan dalam orasi yang digelar 18 Ormas se-Sulut di depan patung Sam Ratulangi, Jumat (07/04) kemarin.
Massa yang tergabung dalam aksi solidaritas eksekusi Tibo cs ini sendiri, bertolak dari gereja GMIM Paulus, yang kemudian melakukan aksi jalan kaki menuju arah patung Sam Ratu-langi. Aksi itu sempat mema-cetkan lalu lintas di Jalan Samrat.
Saat tiba di lokasi, lagu roha-ni ‘jangan kamu takut’ terus di-dengungkan oleh ratusan orang yang mewakili 18 ormas seraya menyampaikan orasi sekaligus hening cipta dan doa bersama. Acara dimulai dengan doa ber-sama yang dibawakan Pdt Lucky Rumopa, dan kemudian dilanjutkan dengan orasi dari masing-masing elemen.
Tampil sebagai pembicara pertama, Korwil KSBSI sulut, Tommy Sampelan. Diikuti masing-masing oleh Haris Suratman (Wasekjen KNPI Pusat), Dolvie Maringka (PDS Sulut), Lucky Senduk (KNPI Manado), Frangky Mokodompis (Pemuda GMIM), Toar Tangkau (KNPI Minahasa), Stevanny Kumaat (Pemuda Katolik), Pdt Lucky Rumopa (PKB GMIM), Stenly Mewengkang (BMDS), Ebenhaezar Liando (KNPI Ma-nado), Samuel Bentian (masya-rakat Talaud), dan Carlos Run-tumelo (saksi mata kerusuhan Poso). Aksi ini juga didukung oleh GAMKI, GMKI, PMKRI, GP Ansor, organisasi adat Mina-hasa, Brigade Manguni dan Milisi Waraney. Dalam orasi yang mengundang simpati ma-syarakat sekitar lokasi patung Sam Ratulangi, ditekankan oleh para orator, menolak secara prinsip hukuman mati Tibo cs, karena tidak ada pembenaran apapun manusia mengakhiri hidup manusia. Hanya Tuhan yang bisa. Juga disampaikan oleh massa yang tergabung dalam solidarity for humanity, Tibo cs bukanlah dalang, ke-rusuhan tapi mereka adalah pe-juang HAM.
Ada dugaan kuat bahwa ekse-kusi ini hanya untuk menghi-langkan jejak pelaku/aktor intelektual sebenarnya dan proses hukum terhadap Tibo cs, merupakan proses yang tidak adil dan ada tekanan politik. Ditambahkan juga oleh orator, eksekusi ini merupakan kegagalan Malino I dan II yang pada waktu itu dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla ketika men-jabat MenkoPolkam dan Men-koKesra.
Usai orasi dan aksi kepe-dulian, Korlap Pelaksana, Pnt Yuddi Robot SH mengatakan, aksi ini sebagai solidaritas kepada Tibo cs sekaligus me-nyuarakan kepada pemimpin bangsa, Susilo Bambang Yu-dhoyono dan Yusuf Kalla seba-gai presiden dan wapres supaya membatalkan eksekusinya,” ujar pengacara muda ini.(mon)
|
|