|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Kontroversi naskah kuno Gospel of Judas
Figur Yudas Diidentikkan ‘Murid yang Baik’
|
BELUM lama ini Maecenas Foundation bekerjasama de-ngan National Geographic So-ciety dan Waitt Institute for His-torical Discovery yang berada di California, AS berupaya mener-jemahkan sebuah naskah kuno yang disebut Gospel of Judas.
Naskah yang dibuat sekitar abad 2 Masehi ini menggam-barkan perspektif yang sama sekali berbeda dengan apa yang diyakini Umat Katolik dan Kris-ten selama ini mengenai figur Yudas Iskariot. Yudas umum-nya dikenal sebagai pengkhia-nat, karena telah menyerahkan Yesus kepada tentara Romawi untuk disalibkan.
Namun, dalam Gospel of Ju-das, Yudas dijelaskan sebagai murid yang paling dipercaya oleh Yesus. Karena itulah, para ahli mengklaim fakta ini mem-beri alternatif baru bagi Umat Kristiani di seluruh dunia ter-hadap figur Yudas.
Dalam teleconference yang di-gelar National Geographic So-ciety sebagaimana dilansir detikcom di Inke Maris & Asso-ciates di Jl KH Abdullah Syafi’ie 28, Tebet Jakarta Selatan, Ju-mat (07/04), Profesor Gregor Wurst, salah seorang peneliti dari Fakultas Teologi Katolik Universitas Augsburg, Jerman berbagi kisah tentang pene-litian ini.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui Gospel of Judas pertama kali ditemukan di Mesir tahun 1970 silam. Wurst yang juga menjadi salah satu editor penerjemahan nas-kah ini menuturkan, naskah ini telah berpindah tangan be-berapa kali dari beberapa ko-lektor hingga akhirnya diakui-sisi dan dimulai upaya pener-jemahannya. Proses ini dimulai tahun 2002.
Sebuah tim yang terdiri dari para ahli Injil dan ilmuwan memverifikasi keabsahan nas-kah ini. Proses otentifikasi dila-kukan dengan teknik radio-carbon dating, analisa, dan pengambilan gambar multi-spektral. Tim ini juga meneliti sejarah modern dari dokumen itu, semenjak ditemukan, ter-masuk proses konservasinya yang sangat rinci menyeluruh.
“Berdasarkan penelitian, nas-kah ini dapat dipertanggung-jawabkan keasliannya. Jenis huruf, tinta dan papyrus (jenis kertas, red) naskah menun-jukkan ini dibuat pada sekitar abad 2 Masehi, antara tahun 180 Masehi sampai tahun 188 Masehi,” urai Wurst.
Menyoal isi, apa yang tertulis di Gospel of Judas memang sangat bertolak belakang de-ngan citra Yudas selama ini yang akrab dengan kelicikan dan pengkhianatan. Namun menurut Wurst, dalam Gospel of Judas diceritakan figur Yu-das sebagai salah satu murid yang paling dekat dengan Ye-sus. Karena itulah, kemudian Yesus memintanya mengor-bankan citra dirinya dan me-nyuruh Yudas menyerahkan Ye-sus ke tangan tentara Romawi.
Wurst sendiri menegaskan, penemuan ini adalah hal ilmiah. Namun, hasil penelitian ini tidak mendapat tanggapan serius dari tokoh-tokoh gereja di Amerika Serikat. Rencana-nya, naskah Gospel of Judas yang tertulis dalam bahasa Coptic tersebut akan dimu-seumkan di Explorers Hall, Museum National Geographic di Washington. Begitu proses konservasi yang dilakukan se-lesai, naskah itu akan diserah-kan kembali kepada negara asalnya, Mesir, untuk disimpan di Museum Coptic di Kairo.(dtc)
|
|