|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Soal ‘Terbayang’ Winangun, Dishub Cuek
|
Dinas Perhubungan Kota Ma-nado terkesan cuci tangan ter-hadap keberadaan terminal ba-yangan (terbayang) di Wina-ngun. Pasalnya, sampai saat ini lokasi yang terletak di kompleks SPBU Winangun tersebut tetap berlangsung dan menjadi lokasi strategis bagi para sopir trayek Winangun untuk mendapatkan penumpang.
Bahkan, para sopir trayek Wi-nangun sering terlihat memar-kirkan kendaraannya di pinggir jalan maupun di salah satu ruas jalan dengan waktu yang lama untuk mendapatkan penum-pang dari trayek luar Kota Ma-nado. Malah para sopir ini sam-pai harus mengikuti aturan antrian yang ditetapkan oleh sejumlah preman yang sehari-hari bertugas mengamankan terbayang tersebut, dengan kompensasi pembayaran Rp 1000.
Ironisnya, sampai dengan saat ini para petugas dinas per-hubungan dan aparat kepolisian justru membiarkan keadaan ini berlangsung terus menerus. Terbukti, meskipun sudah mengetahuinya karena kerap berada dan melewati lokasi tersebut, namun tidak pernah melakukan penertiban.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado Drs Hien Dandel ketika dikonfirmasi mengakui kalau saat ini banyak terminal bayangan di Kota Manado. Kondisi ini, lanjutnya, sudah diupayakan untuk diatasi, namun tetap saja terbayang terus saja menjamur. “Tidak benar kalau dikatakan kami cuci tangan dengan masalah ini. Buktinya, kami sudah meng-ingatkan kepada sopir-sopir untuk tidak menciptakan terminal bayangan di situ. Tapi kalau kami tidak berada di lokasi mereka bebas ciptakan kondisi ini,” ujarnya.(imo)
|
|