|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kasie Prodsarin Intelijen Kejati Sulut, Reinhard Tololiu SH
Weekend Bersama Keluarga Sambil Karaoke di Rumah Saja
|
‘AKU lelaki tak mungkin menerimamu bila ternyata kau mendua membuat ku terluka, tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu jangan pernah memilih, aku bukan pilihan..,’ sepenggal lagu dari Iwan Fals ini selalu terdengar bila kita memasuki rumah jaksa yang satu ini. Apa pasal? Ternyata, itulah lagu kesayangan dari Reinhard Tololiu SH, yang adalah Kasie Prodsarin Intelijen Kejati Sulut, saat santai berakhir pekan.
Menurut mantan juru bicara Kejati pada saat Nelson E Worotikan SH memimpin sebagai Kepala Kejati Sulut ini, untuk akhir pekan dirinya selalu memilih bersama dengan keluarga, dan paling banyak berdiam di rumah, sambil karaoke bersama istri dan anak tercinta.
Meski disibukkan dengan panggilan tugas yang padat selaku jaksa penyidik, namun ayah dari Michela dan Mikha ini senantiasa berusaha me-luangkan waktu berkumpul bersama keluarga. Terlebih pada akhir pekan. Karena itu, menurutnya masa weekend merupakan saat yang paling dirindukannya untuk santai sambil mengeluarkan bakat terpendam yaitu menyanyi.
Namun, salah satu aktivis di PKB Sakobar ini, ternyata memilih rumah sendiri sebagai saluran bakat terpendamnya itu, karena belum berani untuk diketahui publik termasuk kalangan di kejaksaan sendiri.
Kesibukannya bisa dikatakan luar biasa. Sejumlah kasus korupsi menjadi ‘santapan harian’ di kantornya saat tugas. Begitu pun sang istri tercinta yang merupakan seorang dokter gigi yang membuka praktek di rumahnya sendiri, di Jalan Kembang. Karena itu, hari demi hari keduanya tak jarang terpaksa terpisah dengan anak-anak, untuk mengembang tu-gas negara tadi.
“Membagi waktu, jelas tak gampang, tapi bukan berarti itu tidak mungkin. Untuk membagi waktu dan semua hal, kita memang harus bijaksana menata dan mengisi hari-hari kehidupan. Tugas tentu saja tidak boleh diabaikan, namun tanggung jawab pribadi dan keluarga juga bukan berarti menjadi nomor dua. Karena itulah, perlu ada pengorbanan serta perencanaan yang ter-program secara teratur yang yang diatur bersama,” ujar Pak Rein, sapaan akrabnya.
Untuk mengajak keluarga bersantai sambil shooping di salah satu kawasan per-belanjaan terkenal di Kota Manado, ternyata juga me-rupakan ‘menu’ favorit. Bah-kan selama ini, mereka sudah punya tempat khusus untuk meluangkan waktu seng-gangnya. “Biasanya kami santai sambil makan bakso, atau pun minum kopi bersama,” ungkap-nya sambil tersenyum.
Saat weekend juga, menurut salah satu jaksa penuntut yang duduk dalam persidangan kasus Buyat ini, merupakan kesem-patan untuk me-nik-mati ma-kanan kesu-ka-annya dan keluarga. “Kalau makanan, tidak tentu sih. Tapi kalau di-suruh pilih, nasi goreng spesial dan babi tore garo merupakan menu yang makin nikmat kala disantap usai berkaraoke” ujarnya .
Dan, bila akhir pekan benar-benar lowong dari aktivitas rutin, pria yang sempat di-panggil ‘paman pirang’ ini ternyata juga akan berupaya berkumpul dengan sahabat-sahabatnya dari organisasi gereja, tak lupa juga dengan para teman dekat dari ka-langan kuli disket. “Menjaga tali persaudaraan dan ke-bersamaan di antara sa-habat menjadi kerinduan dan itu jangan sampai terlupakan,” ungkap pria yang hobi juga gonta-ganti ponsel ini.(vecky)
|
|