|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Tersangka WN Filipina, memiliki KTP Manado
Operator Logistik Teroris Internasional Dibekuk di Sulut
|
Pria bernama DN alias Dani (65), yang diduga kuat salah satu operator logistik jaringan teroris internasional, berhasil ditangkap Desk Anti Teror Korem 131 Santiago di Kawaluso Kabupaten Sangihe. Kini, penyidikan intensif terhadap DN diserahkan ke Densus 88 Polda Sulut sejak Minggu (09/04) lalu.
Hal ini turut dibenarkan Dir-reskrim Polda Sulut, Kombes Pol Johny Hutauruk ketika di-konfirmasi koran ini kemarin (10/04). Menurutnya, selain DN, ada juga seorang pria lainnya berinisal SM yang ikut diaman-kan. ‘’Namun diduga kuat DN yang terlibat jaringan teroris in-ternasional,’’ ungkap Hutauruk.
Sebelumnya, Komentar edisi Sabtu (08/04) memberitakan, pria bernama SM yang disebut-sebut salah satu oknum ustad, diamankan di Sangihe. Buntut penangkapan SM, pria lainnya yakni DN akhirnya ikut diciduk. Kapolda Sulut Brigjen Pol Gordon Mogot MSi ketika ditanyai secara terpisah, mengatakan pihaknya telah lama mengintai gerak-gerik DN dan SU. ‘’Selama enam bulan kami membuntuti mereka,’’ kata Mogot. Namun begitu, SM sendiri tidak terlibat dan hanya dimintai keterangan saja.
Proses penangkapan DN alias Dani sendiri, sebagaimana ke-terangan Kapenrem Korem 131 Santiago, Kapten Ibnu Yudo Pra-wiro SE, bermula dari kecurigaan aparat pos TNI di Pulau Kawaluso (Sangihe) terhadap seorang pe-dagang ikan yang mengaku dari Filipina. Meski berasal dari Fili-pina, DN cukup fasih berbahasa Indonesia dan Jawa.
DN kemudian diamankan tanggal 13 April 2006, dan di-interogasi di Makodim 1301/SaTal. ‘’Dari hasil pemeriksaan, terungkap kalau DN terlibat jaringan teroris dan memiliki hu-bungan dengan ustad SM yang bekerja sebagai pimpinan Pon-dok Pesantren Hiddayatullah Ma-nente Tahuna,’’ ungkap Kapen-rem.
Tanggal 6 April, Ustad SM ikut ditahan tim anti teror Korem 131/Santiago saat berlabuh di Pelabuhan Manado. SM dan DN akhirnya digelandang ke Mako-rem 131 Santiago di Manado untuk diperiksa, dan kemudian diserahkan ke Densus 88 Polda guna pemeriksaan lanjutan dalam rangka membongkar jaringan teroris lainnya.
Sebuah bocoran yang diperoleh Komentar, DN dalam pemerik-saan mengaku bahwa dirinya direkrut masuk jaringan tero-risme internasional pada tahun 2000. Jabatannya saat itu adalah cendekiawan dalam jaringan dengan tugas operasi adalah penghubung bagian logistik kelompok teroris tersebut.
Modus operasi DN antara lain, menjual barang antik berupa koin Belanda yang dipalsukan. Selain itu DN ikut dalam aksi pencetakan uang palsu. Salah satunya uang kurs dollar. Uang itu kemudian dibelikan intan berlian dan emas serta mutiara di Kalimantan untuk dibawa ke Filipina, Moro. Tak hanya itu, DN juga ikut melakoni bisnis ikan lewat BCA (Border Crossing Area) sambil memantau situasi keamanan bagi orang Indonesia yang akan menyeberang dan melakukan pelatihan di Moro, serta kembali lagi ke Indonesia.
KTP MANADO
Tersangka teroris DN alias Dani yang kini ditahan Densus 88 Polda Sulut terkait jaringan terorisme internasional, dike-tahui berwarga negara Filipina. Informasi yang diperoleh koran ini, nama Filipina DN adalah Al-berto Labadan Magtahaz kela-hiran Manila. Di Indonesia, DN kemudian mengubah namanya menjadi DN (Dani Nurdin).
Hebatnya, ketika beroperasi sebagai kaki tangan jaringan teroris internasional, DN ber-hasil mendapatkan KTP Manado dan tinggal di Paniki Bawah. KTP Manado-nya itu diduga dipal-sukan.
Sebuah sumber menyebut-kan, KTP DN diurus melalui se-orang pria bernama H yang berdomisili di Wawonasa.(oan/rik)
|
|