|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Ustad Nyoto Muslim
Bantah Melarikan Diri
|
Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Kinilow, Ustad Nyoto Muslim, memban-tah keras dirinya melarikan diri ketika hendak dimintai kete-rangan oleh petugas, terkait hubungannya dengan Ustad Supardi yang sempat ditahan di Polda Sulut.
Begitu juga soal dugaan ke-terlibatannya dalam jaringan te-rorisme, diklarifikasinya melalui hak jawab kepada Komentar, kemarin (10/04). Koran ini juga selain menemui langsung Ustad Nyoto, turut meladeni release ter-tulis pimpinan Yayasan Ponpes Hidayatullah ini.
Menurutnya, keberangkatan dirinya ke Makassar Jumat (07/04) lalu, bukanlah untuk melari-kan diri, sebagaimana diberita-kan. Kebetulan saja waktu itu di-rinya bersama enam ustad lain-nya di Sulut, hendak mengikuti suatu hajatan keagamaan di Ma-kassar, yang dihadiri wagub setempat.
“Pembelian tiket juga sudah di-lakukan pada 1 April. Jadi logika-nya, tidak mungkin saya melari-kan diri dan tidak benar dugaan itu,” kata Ustad Nyoto yang di-dampingi Ketua Departemen Dakwah Ponpes, Syamsul Arifin.
Namun saat berada di Makassar, Nyoto langsung kembali ke Manado, setelah mendapat kabar bahwa dirinya sedang dicari pe-tugas, terkait dugaan keterli-batannya dengan Supardi. Pa-dahal acara di Makassar itu baru akan selesai Rabu (12/04) nanti. “Tapi karena informasi ini, saya langsung pulang pada hari Sabtu. Dan besoknya sekitar jam sembilan pagi, saya langsung melapor di Polsek setempat,” tam-bah ustad yang telah menetap di Ponpes Hidayatullah Kinilow sekitar 16 tahun lamanya.
Selain itu, Ustad Nyoto juga secara pribadi dan sukarela ke Makorem 131/Santiago untuk membesuk seseorang yang sejak Kamis pagi ditahan Tim Korem untuk dimintai keterangan.
Sementara, Ustad Supardi yang sebelumnya sempat diamankan Desk Anti Teror Korem 131 San-tiago, saat ini sedang berada di Ponpes yang berlokasi di Kinilow sejak Sabtu (09/04). “Ustad Supardi berada di sini untuk se-mentara waktu, karena oleh Polda dia masih wajib lapor ka-lau ditelepon. Tapi saat ini (ke-marin, red) dia sedang sholat,” imbuh Arifin.
Diakhir perbincangan, mereka menyatakan akan kooperatif dan menghormati proses hu-kum yang sementara berjalan. Masyarakat juga diharapkan tidak resah dan menyerah-kannya ke proses hukum, sera-ya meminta objektivitas media.
Dia meminta agar kiranya pemberitaan dilakukan secara cover both side, sehingga tidak terjadi judgement by the press (pengadilan oleh pers). Semen-tara itu, Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bela ketika dikonfirmasi koran ini me-nyatakan, bahwa setelah me-lakukan penyelidikan, baik Us-tad Supardi dan Nyoto tidak terbukti terlibat dalam jaringan terorisme.(dav/oan)
|
|