|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tatib Belum Disahkan, Anggota Dekot Kian Malas
|
Buntut belum disahkannya tata tertib dewan kota, mem-buat sejumlah legislator terli-hat semakin malas menam-pakkan batang hidungnya di gedung rakyat. Ironinya, keha-diran terlihat marak ketika tiba waktu gajian.
Berdasarkan pengamatan Komentar, sejumlah anggota dewan yang terlihat cukup sering ada di kantor dewan antara lain, Djefri Lariwu SH, H Usin Uno, Jimmy Josep dan Jemmy Jocom. Kemudian Franklin Sinjal, Djemly Wu-ngouw dan Zubair Ladiku. Selanjutnya Amir Liputo, Agustin Kambey dan dr Frans Walangitan. Sementara yang lainnya, kadang-kadang ‘DITII (Datang Ilang Ta Ilang-ilang)’, artinya begitu datang sekali kemudian menghilang secara terus menerus.
“Yah, pemandangan begini sudah biasa. Tapi kalau pas terima gaji mereka pasti rajin-rajin,” ungkap salah satu sum-ber yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini semakin diperpa-rah dengan adanya sinyale-men bahwa anggota Dewan Manado juga menerima peng-hasilan tak terduga. Disinyalir, Rabu (05/04) pekan lalu para wakil rakyat tersebut, kecuali dari Fraksi PDIP, telah mene-rima pembagian Rp 40 juta per anggota dewan. Tersiar kabar bahwa dana tersebut adalah dana sisa APBD.
Namun ketika hal ini dikonfir-masikan antara lain pada Djefry Lariwu SH, Djemly Wungow, Danny Sondakh, Jimmy Yosep dan Jemmy Jocom, kompak mengatakan tidak menerima dana tersebut. Bahkan tidak tahu menahu dari mana asal-nya. Padahal, dana tersebut, me-nurut sumber dibagikan hampir tengah malam.(eda)
|
|