HOME : FOOTBALL

Berita Kota Bitung dan Seputarnya

11 April 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing)   

Pergeseran Anggaran Disinyalir Sarat Kepentingan

 

 IKUTI BERITA LAIN

Tambunan: Jaga Faslitas Publik 
H&R Tarik-Menarik Soal Rolling Pejabat
Disnaker Diminta Selesaikan Persoalan di PT Deho
Tambunan: Jaga Faslitas Publik

Pembahasan pergeseran anggaran memang belum ada keputusan final dari pihak legislatif. Namun begitu, sas-sus beredar, pergeseran anggaran yang ditengarai mencapai Rp 6 miliar ini, bakal mulus karena disinyalir sarat kepentingan.

Indikasinya bisa dilihat dengan sikap dekot yang terkesan ‘membiarkan’ proyek-proyek di pemkot yang telah melebihi anggarannya yang telah tertata di APBD 2006. “Artinya, ketika dilakukan pergeseran anggaran, ujung-ujungnya ada bargaining atau deal-deal politik untuk memuluskan langkah pemkot tersebut,” ketus Samsi Hima, aktivis yang berkecimpung di parpol Bulan Bintang ini. 
Sejumlah aktivis lainnya pun mendukung. Menurut mereka, sejumlah proyek fisik kini mendekati 80 persen rampung. Jika ini dihentikan maka bakal terjadi resistensi di kalangan kontraktor, sedangkan jika diteruskan maka mau tidak mau harus ada deal-deal politik antara Pemkot dan Dekot Bitung. “Mustahil jika dekot tidak tahu. Buktinya proyek sudah berjalan sekitar 75 persen, baru pemkot dipanggil untuk membicarakan pergeseran anggaran apalagi digelar tertutup. Ini kan namanya ‘penjebakan’ dengan cara membiarkan pemkot terlena melakukan pergeseran anggaran. Kalau mereka kritis kenapa tidak sejak awal dipanggil hearing sebelum proyek dijalankan,” timpal salah satu aktivis yang tak mau namanya dikorankan.
Di sisi lain, mereka menilai strategi pembangunan yang dilakukan Walikota Hanny Sondakh layaknya memenej perusahan. “Birokrasi berbeda dengan perusahan. Jika perusahan, ownernya berkuasa penuh melakukan pergeseran anggaran, sedangkan pemerintahan, ada mekanisme atau tahapan-tahapan yang dilakukan sebelum ada pekerjaan. Alat tulis menulis dan alat tulis kantor saja ada prosedurnya apalagi proyek, bukan main tunjuk seperti berbagi kue tart,” tandasnya seraya menambahkan apalagi diduga kuat porsi dana yang dipakai menggunakan dana pos lain yang sebenarnya bukan untuk renovasi.
Walikota Hanny Sondakh ketika dikonfirmasi membantah pergeseran anggaran sarat kepentingan politik. Akan tetapi, menurutnya, hal ini dilakukan untuk membenahi hal-hal yang sangat urgen dibenahi. “Ini kan kebutuhan mendesak yang harus dicarikan jalan keluarnya seperti WC rusak dan atap bangunan sudah bocor. Tak mungkin lagi harus menunggu tender sebab harus diperbaiki cepat karena kebutuhan mendesak,” tandas Sondakh.
Sedangkan Ketua Fraksi PDIP, Ir Maurits Mantiri menepis adanya deal-deal politik atau semacamnya, untuk memuluskan pergeseran anggaran ini. “Tidak benar itu. Sebab apa yang dilakukan dewan semata-mata agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran dalam APBD,” pungkasnya sembari menyarankan semua pihak untuk tidak memanas-manasi soal pergeseran anggaran. (irv)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin