|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Perkokoh Persaudaraan Sesama Umat Beragama
|
Perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, bukanlah suatu perintah atau kewajiban, namun sesungguhnya jika peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tersebut kita jadikan sebagai sarana memperkokoh persaudaraan sesama umat beragama.
“Intinya kita teladani perilaku sosial Nabi Besar Muhammad SAW, untuk perkokoh pesau-daraan sesama umat ber-agama, di samping memupuk ukhuwah islamiyah, insaniyah dan meningkatkan pemaha-man terhadap ajaran islam,” tegas Wakil Ketua DPR-RI Pusat H Zaenal Ma’arif SH MAg dalam sambutan acara peri-ngatan Maulid Nabi Muham-mad SAW 1247 H, di Gedung Ilamic Centre, Senin (10/04).
Suatu bangsa, umat dan negara tidak akan berdiri tegak bila didalamnya tidak terdapat persatuan dan persaudaraan warganya. Persatuan dan per-saudaraan tidak akan terwu-jud tanpa saling bekerja sama dan mencintai. Dan setiap jamaah yang diikat dengan ikatan kerja sama dan kasih tidak mungkin bersatu dalam satu prinsip untuk mencapai tujuan bersama. “Dengan be-gitu sudah pasti persatuan dan persaudaraan suatu umat jamaah merupakan fondasi dan faktor perekat terben-tuknya masyarakat bangsa dan negara,” katanya.
Al Quran memberikan pe-tunjuk praktis dalam pelaksa-naan persaudaraan, baik per-saudaraan agama maupun per-saudaraan sosial kemanu-siaan. Yaitu mendamaikan orang mukmim yang berselisih, suatu kaum tidak boleh meng-hina kaum lain, saling mence-lah serta menjauhi prasangka, mencari kesasalan diantara sesama. Sebab meraka dijadi-kan dari seseorang laki-laki dan perempuan. Manusia dija-dikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal(QS. Al Hujurat 9-13).
Pesan ayat diatas menurut-nya, telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, di dalam membangun masyarakat ma-dinah yang secara esensial ter-dapat dalam ketetapan piagam madinah, yang bertujuan un-tuk memelihara dan meng-akrabkan persatuan dan per-saudaraan penduduk madinah yang integral.
“Kemajemukan penduduk dan keanekaragam pemeluk agama telah membawa Sulut dilirik masyarakat dunia se-bagai masyarakat santun de-ngan filosofi hidup” torang samua basudara” ,”pujinya. Nampak hadir dalam acara akbar ini di antaranya, Gu-bernur Sulut Drs H Sarun-dajang, Wakil Walikota Mana-do Abdi Buchari, Tokoh Agama Islam KH Arifin Assegaf, Ketua Kanwil Depag Sulut Drs H M Yusuf Otoluwa, Ketua PHBI Manado Hi Ismail Tunai.(aan)
|
|