|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sebagian Besar PNS
Gadaikan Gajinya di Bank
|
Perilaku mengambil kredit di bank ternyata sudah menjadi tren kalangan PNS dan Legislator yang ada di Minahasa. Bahkan semenjak menerima SK pengangkatan sebagai PNS langsung menggadaikan gajinya meski upah kerja baru 80 persen.
Sebagian Besar PNS
Gadaikan Gajinya di Bank
Tondano, KOMENTAR
Perilaku mengambil kredit di bank ternyata sudah menjadi tren kalangan PNS dan Legislator yang ada di Minahasa. Bahkan semenjak menerima SK pengangkatan sebagai PNS langsung menggadaikan gajinya meski upah kerja baru 80 persen.
Begitu juga dengan kalangan Legislator, disaat menginjakkan kakinya di Gedung Manguni Sa-saran Tondano, ternyata begitu banyak tawaran fasilitas kredit yang mereka terima, utamnya dari kalangan perbankan.
Di Bank Sulut Cabang Ton-dano saja, dari sekitar 6000-an PNS di Minahasa, tercatat 5.000 lebih pegawai sudah menggadaikan gajinya di bank ini. Sedangkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tondano, men-jadi tempat para pensiunan mengambil kerdit, karena dari bank inilah para pensiunan di Minahasa menerima gaji.
Motivasi mengambil kredit ini, ternyata bervariasi. Mulai dari keinginan menyekolahkan anak, berbisnis, kejar kenaikan pang-kat atau hanya sekadar hura-hura.
Sementara untuk kalangan Legislator, selain untuk meme-nuhi kebutuhan, juga yang paling utama adalah untuk keperluan membesarkan partai politik (parpol) masing-masing yang telah membawa mereka menjadi wakil rakyat. “Ya karena rekan-rekan dewan sudah pu-nya mobil, maka saya juga harus memiliki mobil. Ini didapat dengan cara kredit dan menggadaikan gaji di bank,” ujar seorang anggota dewan belum lama ini polos.
Pemimpin Cabang Bank Sulut Tondano Verry V Masengi, ketika dihubungi menjelaskan, dari sekitar 6 ribu PNS di Minahasa, ada sekitar 5.700 pegawai, yang telah mengambil kredit di bank yang dipimpinnya. Menurut Masengi, jangka waktu kredit yang ditetapkan pihaknya ada-lah hingga lima tahun, dengan bunga mencapai 17 persen.(pen)
|
|