HOME : FOOTBALL

Berita Panggung Politik

11 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Malin Kundang
Oleh: Landy Wowor


PAK Alex, seorang guru SD, terbilang kreatif namun kadang agak pelupa. Suatu hari, di depan kelas, dia mendongeng kepada murid-muridnya. “Anak-anak…, di suatu masa, di sebuah hutan, tinggallah seorang pemuda yang gemar berburu. Namanya Malin Kundang.
Seorang muridnya yang kritis, agak gelisah karena menduga pasti gurunya keliru. Makanya cepat-cepat dia menyela, “Maaf Pak.., pemburu itu kan mestinya bernama….”
“Ssst…, jangan memotong dulu. Kalau mau bertanya nanti saja,” sergah Pak Alex. “Nah, saya teruskan ya..! Suatu hari si Malin Kundang sedang berburu di sekitar sebuah telaga. Tiba-tiba dia melihat tujuh bidadari sedang mandi….! Dia pun mengintip ke-7 bidadari itu dari balik sebuah pohon besar.”
Sampai di situ, murid-murid mulai senyum-senyum. Sadarlah Pak Alex kalau ia keliru. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Setelah berpikir sejenak, dia pun melanjutkan kisahnya.
“Saat Malin Kundang sedang mengintip, tiba-tiba seorang bidadari melihatnya dan langsung berteriak. “Hei.. Malin Kundang, sedang apa kamu di situ. Sehatusnya kan Jaka Tarub yang mengintip kami di situ….!” Murid-murid pun sontak tertawa lepas. Dengarlah..,”Ha..ha..ha..ha….!” Ini memang sekadar joke. 
Tak jarang, ada orang, termasuk para pemimpin kita, keliru dalam menyampaikan sesuatu kepada rakyatnya. Tapi sering pula, mereka tak berani mengakui kekeliruannya. Bahkan ada kalanya justru dia semakin ngotot untuk dipatuhi. Padahal, mengakui kekeliruan bukanlah berarti mengumbar kebodohan, malah lebih menyiratkan kearifan dan kesediaan mengakui betapa kita hanya manusia biasa yang punya kelemahan dan kekurangan. Rakyat tak gampang lagi dibodohi, apalagi bila sekadar memahami apakah sesuatu itu bagus dan benar atau sebuah slogan, janji kosong atau hanya bermain kata bersilat lidah. (*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin