|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Ticoalu: Semua ditentukan warga
Warga Mangkit
Minta BPS Transparan
|
Meski telah ada penjelasan dari Kepala BPS Minahasa Joppy Ticoalu bahwa warga miskin di Desa Mangkit Kecamatan Belang akan menerima Subsidi Langsung Tunai (SLT) selama tiga bulan sekaligus, ternyata ini belum membuat warga setempat langsung puas. Pasalnya penyaluran SLT tahap tiga yang tak lama lagi dilaksanakan, ternyata nama-nama Rumah Tangga Miskin (RTM) calon penerima di desa tersebut tak kunjung jelas.
“BPS semestinya transparan soal nama-nama RTM yang akan menerima SLT. Jangan sampai, rumah tangga yang lebih berhak dapat SLT tidak masuk dalam daftar sebagai penerima,” tukas Sonny Aling dan Firdaus Tucunan, tokoh masyarakat Desa Mangkit, Senin (11/04) saat bertandang di kantor biro harian ini.
Terlebih lagi, dikatakan Aling, hingga sekarang ini belum ada satupun petugas BPS yang datang melakukan pendataan di Desa Mangkit. Padahal, di Desa Mangkid hampir 90 persen warga miskin bahkan termasuk desa IDT di Kecamatan Belang. “Ini harus secepatnya dilakukan pendataan oleh BPS, karena penyaluran SLT tahap tiga sudah tak lama lagi,” tandas Aling diiyakan Tucunan.
BPS
Sementara itu intensnya sorotan media soal sebagian besar desa di Kabupaten Minsel tak tersentuh Subsidi Langsung Tunai (SLT), akhirnya mendapat klarifikasi Kepala BPS Minahasa Yoppi Ticoalu. Kata Ticoalu, hal itu bukan ditentukan pihaknya melainkan warga sendiri.
“Tugas kami di antaranya adalah memberikan formulir RT 05 yang berisi kuisioner untuk selanjutnya diisi warga. Dalam daftar kuisioner ada 20 pertanyaan, namun hanya 14 kriteria pertanyaan yang akan diisi oleh warga. Kemudian dilakukan pencocokan penelitian (coklit). Kalau sudah tak ada masalah lagi, warga itu berhak dapat kartu Rumah tangga Miskin (RTM). Jadi disini yang menentukan bukan BPS tetapi warga sendiri,” jelas Ticoalu ketika dikonfirmasi mengenai banyaknya desa di Minsel yang tak tersentuh SLT oleh Komentar via ponsel, baru-baru ini.(jok)
|
|