|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Unsrat Telekonferensi dengan Texas A&M University
|
Bertempat di ruang rapat rektorat, Unsrat mengadakan telekonferensi dengan Texas A&M University, yang ada di ruang Seafast Center Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (11/04). Konferensi menggunakan bahasa Inggris tersebut merupakan yang pertama kalinya dan yang dihadiri sejumlah petinggi kampus abu-abu tersebut.
Pertemuan dilakukan secara real-time selama sekitar satu jam dan berlangsung serius namun santai. Dalam sambutannya, rektor Unsrat Prof Dr Lucky Sondakh MEc mengatakan terima kasih kepada pihak Texas A&M University dan IPB yang bersedia menggelar telekonferensi dengan Unsrat. “Bagi Unsrat, kegiatan ini hal spesial. Karena merupakan langkah maju Unsrat untuk masuk era teknologi digital. Ini menjadi langkah awal bagi program pendidikan jarak jauh (distance education program). Selain itu jadi tanda kepercayaan pihak asing terhadap perguruan tinggi kami. Kami juga berterima kasih kepada Texas A&M University yang telah menjalin kerjasama sekitar lima tahun dengan fakultas pertanian Unsrat,” kata Sondakh yang didampingi dekan fakultas pertanian Prof Dr Ir DT Sembel. Dari Texas sendiri, tampak hadir Prof Dr Ed Price (Associate Vice Chancellor for International Agriculture and Federal Relations Texas A&M University)
Saat diwawancarai wartawan, Sondakh berharap dengan kemajuan teknologi ini nantinya lulusan Unsrat semakin diakui secara internasional. “Unsrat makin bisa mengejar perkembangan-perkembangan global. Jadi mutu lulusan Unsrat bukan saja ‘jago kandang’ tapi teruji secara nasional dan internasional. Bantuan pemerintah pusat yang kecil tidak membuat kita harus berhenti mengembangkan pendidikan. Namun tetap berusaha, salah satunya lewat tadi (telekonferensi, red).,” kata Sondakh.
Ditambahkan Sondakh, acara ini merupakan tahap awal dan baru dengan fakultas pertanian. Namun di masa mendatang semua mahasiswa Unsrat bisa menggunakan fasilitas ini. “Tanpa perlu ke luar negeri atau mendatangkan dosen dari luar negeri, mahasiswa kita nanti bisa mengikuti kuliah yang diberikan mereka. Kita bisa berkuliah langsung dengan profesor-profesor yang telah meraih hadiah Nobel,” jelasnya.
Ditanya soal dana telekonferensi tersebut, Sondakh menegaskan ilmu lebih berharga daripada uang.
Ia juga mengharapkan pihak Deprov dan Dekot menggunakan fasilitas ini untuk studi banding daripada berangkat ke daerah lain dengan alasan studi banding. “Kalau studi banding ke luar negeri atau daerah lain, itu kan lebih banyak plesir. Jadi lebih baik pergunakan saja fasilitas ini. Nah, anggaran studi bandingnya khan bisa diberikan saja untuk pengembangan pendidikan misalnya ke Unsrat,” tandas sang rektor.
Menariknya beliau sempat mengatakan, sebelum berhenti jadi rektor program ini harus diwujudkan lebih dahulu.(win)
|
|