HOME : FOOTBALL

Berita Opini Pembaca dan Redaksi 

12 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Memaknai Paskah Yesus Kristus 
Oleh : Ventje O Jacob (Bagian II/habis)


Menjadi terang dunia ber-arti menjadi pengikut Kristus atau menjadi pelaku firman. Menjadi pelaku firman berarti menjauhkan diri dari praktik-praktik duniawi atau menjauh-kan diri kita dari hal-hal yang tidak dikehendaki Tuhan.
Memaknai Paskah kita harus mengambil sikap, bagaimana kita menjadi pelaku firman atau menjadi hamba Tuhan yang mampu memberikan pengaha-rapan bagi banyak orang, dan bagaimana menjadi lilin untuk menerangi jalan bagi orang lain. Ketika kita mejadi seorang Pe-layan Tuhan, apakah Pendeta, Gembala, Evangelis, Penatua ataupun Syamas, kita harus mampu menjadi terang dunia untuk menerangi jalan yang pe-nuh dengan kegelapan. Seba-gai pelayan Tuhan kita harus berupaya menyelamatkan domba-dombanya.
Jadi, dalam memaknai Pas-kah bukan saja kita mengenang tentang proses kematian dan kebangkitan Nya, akan tetapi, lebih dari pada itu kita harus meyakini bahwa kematian Yesus Kristus di kayu salib ada-lah proses penebusan dosa bagi umat manusia, sedangkan ke-bangkitan adalah proses pe-nyelamatan bagi umat manu-sia, sebab orang yang percaya kepada Yesus Kristus tidak akan binasa tetapi akan beroleh kehidupan yang kekal. Rasul Paulus dengan penuh keyaki-nan dia menantang maut ka-rena dia yakin Kristus akan memberikan kemenangan diatas segala pergumulannya (I Korintus 15 : 55~57). Paskah Yesus Kristus suatu refleksi/gambaran kehidupan seorang Bapak yang begitu mencintai anak-anaknya. Pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, sua-tu bukti nyata rasa solidaritas Nya untuk menyelamatkan manusia dan dunia ini dari ter-kaman maut. Paskah membe-rikan kemenangan bagi umat manusia dari ancaman maut. 
PASKAH, GEREJA dan PERBUATAN
Lalu, bagaimanakah Paskah dimata dan dihati umat yang percaya akan Yesus Kristus? Sejarah menceriterakan bahwa diseputar penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus telah terjadi proses praktik KKN dan money politik;
1. Adalah yang dilakukan oleh para imam-imam terhadap Yudas Iskariot salah seorang murid Tuhan Yesus Kristus. Di-salibkannya Tuhan Yesus Kris-tus tidak lepas dari penghia-natan seorang Yudas Iskariot. Yudas rela Gurunya disalib ha-nya karena menginginkan se-jumlah uang. Uang bagi Yudas adalah segala-galanya sehing-ga ia menghalalkan segala ca-ra. Namun naas bagi Yudas Iskariot ia mati gantung diri dan perutnya terbelah dan ususnya terburai dan predikat sebagai rasul diberikan kepada orang lain (Kis. 1 : 17-18).
2. Adalah yang dilakukan oleh para imam-imam kepada pra-jurit penjaga kubur Tuhan Yesus. Oleh para imam-imam mereka memberikan sejumlah uang agar para prajurit penjaga kubur Yesus Kristus memberi-takan atau menyebarkan isu bahwa jasad/tubuh Yesus Kris-tus dicuri oleh murid-muridnya di tengah malam ketika para prajurit tertidur. Hal ini ten-tunya direkayasa oleh para imam-imam agar mereka ter-hidar dari cemoohan bangsa Yahudi karena para imam-imam inilah yang menyalibkan dan menguburkan Tuhan Yesus (Mat. 28 : 11-25).
3. Adalah ketika terjadi pro-ses ketidak adilan di hadapan Pontius Pilatus. Barabas yang jelas-jelas bersalah dibebaskan tanpa syarat, sedangkan Yesus Kristus yang tak bersalah harus dihukum, disiksa dan disalib-kan. Tidak bisa dipungkiri bah-wa persekongkolan dan per-mainan uang amat sangat ber-peran aktif dalam memudah-kan segala kepentingan kelom-pok dan sangat mudah sekali memutar balikkan fakta yang sebenarnya. Permainan uang mudah sekali menguburkan nilai-nilai empati yang ada.
PASKAH DISEKITAR KITA
Beberapa tahun terakhir ini ketika Paskah tiba sebagian umat Kristen khususnya di Su-lawesi Utara, hanyut dalam su-kacita dan gemerlapnya sua-sana perayaan Paskah. Tujuh hari sebelum Paskah lampu hias warna-warni muncul di-mana-mana. Bukit-bukit kecil di sekitar pemukiman dijadikan pusat perhatian dan disulap bagaikan bukit Golgota ketika Yesus Kristus di salibkan. Salib berukuran raksasapun dengan diselimuti ratusan lampu ber-warna warni sampai ribuan watt bersaing dibangun oleh ke-lompok-kelompok warga Kris-ten, malahan ditempat lain war-ga Muslim pun turut berpar-tisipasi mengambil bagian mem-bantu membuat dan mendiri-kan salib-salib Paskah.
Pertanyaannya adalah, ba-gaimanakah sikap dan prilaku orang percaya merayakan Paskah Yesus Kristus yang se-benarnya? Apakah dalam menyambut Paskah harus kita berpesta pora, melakukan hal-hal yang tidak terpuji seperti halnya tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah? I Kor. 6 : 19-20 berkata; “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah Bait Roh Kudus yang diam dalam kamu. Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah dan kamu bukanlah milik kamu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar, karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu”.
Semoga bacaan dan renungan ini boleh lagi memeberikan pen-cerahan rohani dan menambah wawasan kekristenan kita, sampai jumpa dilain topik pem-bahasan. Amin!(*)
Penulis Adalah Anggota Jemaat GMIM Golgota Malendeng

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin