|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sebuah koreksi untuk target Adipura
Kerikil Tajam di Pusat Kota |
PERLAHAN-LAHAN sisi gelap kota bersinar seiring buah tangan Walikota Hanny Sondakh dan Wakil Walikota Robert Lahindo yang terulur menjangkau yang sulit terjangkau. Tapi saat meretas jalan menuju Adipura (Penghargaan Kota Terbersih), mulai terantuk ‘kerikil-kerikil tajam’ di pusat kota.
Bukan apa-apa. Sebab di lo-kasi keramaian itu, pada jalur kiri sekitar 300 meter dari pu-sat pemerintahan, ada peman-dangan tak mengenakkan. Mulai tak tertatanya perpar-kiran, tenda-tenda PKL berdiri serampangan dan terkesan di-biarkan, seakan sirna keinda-han yang terlihat sebelumnya.
Pusat kota memang amat sulit dibenahi, butuh perhatian serius, pertimbangan matang dan keberanian bertindak demi kenyamanan dan keindahan Kota Bitung. Hampir semua pe-milik toko pun sepertinya tak mau ambil pusing soal kein-dahan bangunannya apalagi ambil bagian dalam mensuk-seskan Gerakan Kebersihan Kota Hidup Sehat Ramah Ling-kungan (GKK-HSRL. Yang pen-ting meraup keuntungan mung-kin itulah yang ada dalam be-nak pelaku ekonomi setiap hari.
Soal kebersihan memang agak lumayan karena tumpu-kan sampah jarang terlihat. Ke-adaan tersebut setidaknya menjadi PR bagi pemerintahan H&R. “Memang bicara Adipura sangat terkait partisipasi masyarakat. Kunci Adipura terletak pada masyarakat. GKKB HS-RL juga untuk membentuk partisipasi masya-rakat menjaga lingkungan mewujudkan hidup sehat dan ramah lingkungan,” tandas Walikota Hanny Sondakh. Sungguh partisipasi masyara-kat khususnya yang ada di pu-sat kota, terutama pemilik toko perlu diberdayakan untuk menjaga keindahan dan kenya-manan kota. Sedangkan se-jumlah tenda yang tak tertata butuh sentuhan bijak lintas instansi seperti dinas pasar, dinas tatakota dan satuan polisi pamong praja. So, bagai-mana strategi Pemkot Bitung menata pusat kota? Kita tung-gu saja action H&R.(irvan grosman)
|
|