|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Diikat saja sudah siksa, apalagi dipaku…
3 Warga Laikit ‘Disalib’
|
Peringatan Jumat Agung di Kabupaten Minahasa Utara, berlangsung khusuk dan pe-nuh kesederhanaan. Menarik-nya dalam prosesi jalan salib yang digelar umat Katolik Pa-roki Laikit, Jumat (14/04) ke-marin, diwarnai aksi penyali-ban terhadap tiga umatnya, un-tuk memperingati kisah pe-nyaliban di Golgota.
Dalam prosesi tersebut, ratu-san umat terlihat khusuk me-lintasi jalan sengsara yang di-mulai dari Desa Dimembe dan berakhir di gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil Laikit . Bah-kan sebelum memasuki hala-man gereja, di sepanjang jalan 14 kali para umat berhenti se-jenak berdoa dan merenung-kan kisah-kisah sengsara yang dilewati Yesus sebelum mening-gal dunia di atas kayu Salib.
Hasil pantauan Komentar, ra-tusan umat yang ikut dalam pro-sesi tersebut terlihat sempat me-neteskan air mata, ketika me-nyaksikan langsung proses pe-nyaliban terhadap tiga umat, yang merelakan dirinya untuk merasakan sedikit dari pen-deritaan Yesus. “ Meskipun kita pe tangan tidak dipaku seperti Tuhan Yesus, namun Apa yang kita rasakan tadi di atas kayu salib begitu menderita. Coba ngana Bayangkan bagaimana yang dirasakan Tuhan Yesus pada saat itu,” ujar salah satu pria yang terlibat dalam prosesi penyaliban tersebut.
FILIPINA
Prosesi penyaliban di kayu salib kerap menjadi tradisi tahu-nan dalam peringatan Jumat Agung. Tapi prosesi kesengsa-raan Yesus Kristus ini sangat populer di negara Filipina.
Setiap tahun, ratusan turis berbondong-bondong menuju ke sana. Itu karena peserta pe-nyaliban diri benar-benar me-maku tangan mereka di kayu sa-lib, setelah sebelumnya dicam-buk sampai berdarah-darah.
Dari Filipina dilaporkan, prosesi yang digelar di Kota San Fer-nando (70 km dari Manila), meli-batkan tujuh pria yang menjalani prosesi penyaliban diri sunggu-han. Menariknya, di antara pela-ku penyaliban ini, ada seorang warga bule asal Inggris. Para pelaku penyaliban diri di Filipina yakini bahwa dengan merasakan kesakitan di atas kayu salib, dosa mereka bisa disucikan.(oan/ap)
|
|