|
|
|
|
![]() |
![]() |
KEBERADAAN para peda-gang Kaki Lima, khususnya pa-ra pedagang kios mulai dike-luhkan sejumlah sopir angkutan kota maupun sopir bus antar daerah. Bagi mereka, kebera-daan PKL tersebut telah men-ciptakan kesemrawutan dan sekaligus mengancam kesela-matan kendaraan.
Seperti yang dikemukakan Recky, sopir bus trayek Karom-basan-Tomohon. Menurutnya, keberadaan para PKL terlebih pedagang-pedagang kios mengganggu aktivitas parkir para sopir angkot. Di mana para sopir tidak lagi memiliki ruang yang lebih leluasa untuk me-nempatkan kendaraannya atau ketika keluar dari area terminal.
Senada dengan itu juga dike-mukakan Johny, sopir angkot Malalayang-Pasar 45. Ditegas-kannya, keberadaan PKL dan ter-lebih pedagang kios sangat meng-ganggu kekeluasaan kendaraan di Terminal Malalayang.
Lebih jauh, keduanya pun me-nilai, kalau keberadaan peda-gang bisa mengencam kesela-matan kendaraan dan penum-pang. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kebakar-an di sejumlah kios yang ada.(imo)
|
|