|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dinilai kental aroma kedekatan dan balas jasa
Rolling Pejabat Pemkot Tuai Kritikan
|
Agenda
rolling besar-besaran yang digelar oleh Pemkot
Manado, Rabu (12/04) lalu, menuai kritikan.
Pasalnya, rolling ini lari dari tujuan memperbaiki
dan mening-katkan kinerja, karena hanya menampakkan
aroma ke-dekatan dan balas jasa.
Sejumlah kalangan menyata-kan rolling yang dilakukan pem-kot hanya akan menjadi ancam-an buruk bagi kinerja pemkot. Antara lain, dengan diangkat-nya Kepsek SD Marlin Taroreh menjadi Kepsek SMA Negeri I.
“Memang rolling adalah hak prerogatif walikota. Namun se-suai dengan prosedur perlu menggunakan parameter yang jelas serta masukan dari Badan Pertimbangan dan Kepangkatan agar pejabat yang diangkat mam-pu menjalankan tugas. Con-tohnya seperti pengangkatan Kepsek SMA Negeri I, kenapa hal ini masih saja direkomendasi tanpa melalui perjenjangan,” ungkap Ketua Komisi C Franklin Sinjal SH kepada Komentar, Ka-mis (13/04).
Selanjutnya Sinjal juga me-nyatakan kekhawatiran terhadap pengangkatan pejabat eselon IV dengan status pejabat pelaksana tugas (Plt). Seharusnya jabatan definitif dengan kewenangan penuh pada kepala-kepala dinas justru akan membuat pejabat yang dipercaya akan bekerja secara maksimal. Namun dengan status Plt justru akan ada penilaian yang negatif, kendati yang bersang-kutan telah berusaha bekerja baik. “Sebentar hal ini menjadi peni-laian negatif, karena pejabat yang diangkat tidak ada jaminan karier. Apalagi, dalam pengangkatan kali ini lebih banyak memasukkan pejabat di luar Pemkot Manado,” ujarnya kembali.
Sementara itu, Max Ruin-dungan mewakili kalangan aka-demisi menegaskan, harusnya dalam melakukan rolling walikota juga harus mempertimbangkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat.Ruindungan secara khusus menyoal penempatan Marlin Taroreh mantan kepsek SD menjadi kepsek SMA.
“Harus diingat bahwa kompe-tensi kepsek SD dan SMA beda, baik penataan administrasi maupun managemen umumnya. Sangat tidak sesuai kalau kepsek SD menata manajemen kepsek SMA,” tegasnya.
Senada dengan itu juga dike-mukakan tokoh pendidikan lain-nya Haezar Sumual MA. Menu-rutnya, kebijakan rolling kali ini sarat kepentingan politis dan nuansa kekeluargaan. “Seharus-nya pemerintah bisa memini-malisir kemungkinan-kemung-kinan seperti itu. Tapi dalam rolling yang dilakukan baru-baru lalu tidaklah demikian. Nuansa kekeluargaan yang melibatkan sejumlah pejabat teras di kalangan eksekutif dan legislatif sangat kental. Tidak heran ma-syarakat pun mempertanyakan komitmen pemerintah sebelum-nya,” jelasnya.
Pernyataan berbeda datang dari Ketua Komisi B Drs Didi Syafii. Menurut dia, mengatakan bahwa rolling kali ini sudah baik. Dan bagi pejabat yang dipercaya untuk melaksanakan tugas kiranya dapat diberikan kesempatan seluas-luasnya serta dukungan semua pihak selama enam bulan ke depan.
Senada dikatakan Koordinator Pesona Manado Raymond Frans. Menurutnya, penempatan peja-bat dalam rolling lalu sudah mele-wati kajian matang dari Baper-jakat. Apalagi, secara khusus Kepsek SMAN 1 Marlin Taroreh bukan merupakan orang baru dalam jajaran pendidikan.(imo/eda)
|
|