HOME : FOOTBALL

Berita Opini Pembaca dan Redaksi 

15 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Krisis Tenaga Kesehatan Jangan Didiamkan


SEPERTI data yang sudah dibeberkan harian ini, Sulut sedang diperhadapkan dengan krisis tenaga kesehatan. Tak tanggung-tanggung, jumlah yang masih dibutuhkan cukup spektakuler yakni 89.978 personil terdiri dokter dan perawat. 
Tentu fenomena ini diluar dugaan sebagian besar kalangan masyarakat. Sebab diketahui bersama, Sulut saat ini mengoleksi lebih dari tiga sekolah perawat dan satu universitas yang memproduksi tenaga dokter. Namun apa mau dikata, demikianlah kondisinya sesuai data yang dibeber Dinas Kesehatan Propinsi Sulut. 
Kekurangan ini sebagaimana dijelaskan Kadis Kesehatan Sulut yang didampingi Hubmas Drs Max Tambajong, tak hanya terbatas pada hal kuantitas. Karena ditinjau sisi kualitas dan pendistribusiannya tenaga kesehatan ini dipandang masih menjadi kendala. Dan sudah tentu efek samping yang diakibatkan adalah pelayanan kesehatan kurang maksimal, terutama puskesmas-puskesmas tersebar di Sulut.
Dinas Kesehatan Sulut sendiri nampaknya hanya bisa pasrah pada keadaan tanpa memikirkan terobosan-terobosan signifikan demi menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini nampak dari sikap mereka yang menilai bahwa dalam mengatasi masalah krisis tenaga kesehatan harus pula melibatkan pemerintah pusat, tanpa mengenyampingkan peran propinsi.
Ini sungguh sebuah ironi. Karena seharusnya begitu melihat gejala seperti ini Dinas Kesehatan propinsi jauh-jauh hari mestinya segera melakukan langkah antisipasi. Contoh sederhana seperti menambah jadwal penerimaan sekolah perawat yang tersebar di Sulut. Meski diketahui beberapa sekolah perawat dikelola yayasan, namun sudah menjadi keharusan solusi-solusi semacam ini ditempuh instansi terkait tersebut dengan pendekatan dan sosialisasi yang intens.
Apabila kebutuhan dokter spesialis 441 orang, dokter Umum 7.909 orang, tenaga perawat 6.012 orang, bidan 24.329 orang, perawat gigi 9.024 orang, apoteker 2218 orang, sarjana kesehatan masyarakat 12.576 orang, sanitoran 11.389 orang, nutrisionis/tenaga gisi 5.732 orang, keterapian fisik 1.885 dan keterapian medis 997 orang terpenuhi, krisis tenaga kesehatan di Sulut niscaya segara teratasi.
Pemprop Sulut dalam hal ini Gubernur Sulut memiliki peran penting untuk menseriusi masalah ini. Sebab masyarakat Sulut adalah masyarakat yang mendambakan pelayanan medis yang sesuai standar. Sudah tentu korelasinya dimana penanganan masalah SDM kesehatan sebagai prioritas dalam pembangunan akan membawa manfaat yang besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masayarakat.(***)



 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin