|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Persmin dan Persibom
Sukses Tuai Kemenangan
|
DUA tim kebanggaan Sulut di Divisi Utama Liga Indonesia 2006, Persmin dan Persibom, menuai sukses tiga poin dalam duel kandang mereka, Sabtu (15/04) dan Minggu (16/04). Dari Tondano dilaporkan, untuk kedelapan kalinya, Persmin ber-hasil meraup poin penuh di kan-dang sendiri setelah membe-kap PSS Sleman 2-0, Sabtu (15/04).
Tambahan tiga poin membuat Persmin mantap bertengger di posisi kedua klasemen semen-tara dengan 29 poin dari 16 per-tandingan. Sukses ini juga mem-buat Persmin belum kehilangan satu pun poin di depan publiknya sendiri. Peluang tim Manguni Ma-kasiow untuk menjadi klub per-tama di Sulut yang melangkah ke babak delapan besar LI 2006 yang terdiri dari empat besar di wilayah barat dan timur pun kini semakin besar.
Pertandingan Persmin vs PSS berlangsung dalam tempo se-dang-sedang saja. Sejak kick off kedua tim silih berganti me-lakukan serangan-serangan ke daerah pertahanan lawan.
Persmin seperti petandingan-pertandingan sebelumnya me-nurunkan duet Daniel Campos dan Eugene Gray di depan. Jor-ge Toledo, Basri, Yongky Ran-tung maupun G Mudana mem-berikan dukungan penuh dari lini tengah.
Sementara, di lini belakang Widhi Susanto dipasang duet Pelatih Joko Malis dan Tonny Ho untuk melapis pertahanan. Trio lini belakang Persmin dalam pertandingan ini terdiri dari Djet Donald, Etoga dan Widhi yang menggantikan peran Kono. Dalam pertandi-ngan ini Kono absen karena masih mengalami cedera usai tur Makassar dan Ternate.
Di menit ke-15, Persmin men-dapat tendangan bebas bebe-rapa meter di luar kotak penalti. Campos yang memanfaatkan kesempatan itu berhasil men-cetak gol setelah bola sonte-kannya tak mampu dijangkau kiper PSS Sleman Dwi Adi Nu-grahanta, 1-0 untuk Persmin. Satu peluang emas PSS yang nyaris membuat skor imbang di babak pertama terjadi sepuluh menit usai Persmin menjebol gawang PSS. Kemelut di depan gawang membuat bola liar dimanfaatkan striker lawan yang langsung mendang ke gawang kosong karena kiper Hendra Pandeynuwu sudah salah posisi. Beruntung Basri masih berada di depan gawang yang menghalau bola lewat tandukannya, selamatlah ga-wang Persmin. Kedudukan 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama.
Di awal babak kedua, Persmin langsung melancarkan sera-ngan ke daerah pertahanan la-wan. Dari satu kemelut di de-pan gawang PSS, Jorge Toledo mampu memperdaya kiper la-wan dan gol kedua bagi Persmin lahir di menit ke-50, 2-0 untuk Persmin. Sorak-sorai ribuan su-porter pun semakin memba-hana. PSS berusaha keras un-tuk membalas dua gol Persmin. Wandersan Da Silva maupun Fatecha yang diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan usahanya berkali-kali kandas di lini pertahanan Persmin. Hingga pertandingan berakhir kedudukan 2-0 untuk Persmin.
“Hasil yang menggembirakan buat kita. Mudah-mudahan lawan Deltras Rabu nanti kita mampu kembali merebut ke-menangan,” kata Joko Malis, pelatih Persmin. “Kita harus menang terus di Maesa untuk mengejar target lolos empat be-sar di wilayah timur dan masuk delapan besar LI 2006,” tambah Ricky Pontoh, Manajer Persmin.
“Kedua tim sebenarnya berimbang, gol-gol yang terjadi karena kelengahan pemain belakang. Kami juga punya beberapa peluang namun gagal diselesaikan menjadi gol, se-mentara Persmin mampu men-ciptakan dua gol,” kata Herry Kiswanto, pelatih PSS Sleman kepada wartawan usai per-tandingan.
PERSIBOM
Sementara itu, dari Kotamo-bagu dilaporkan, gol semata wayang Christian Armendaris lewat titik penalti di menit ke-89 berhasil membawa Persibom meraup tiga poin saat menjamu Deltras Sidoardjo di Gelora Am-bang, Minggu (16/04). Tam-bahan tiga poin membuat pe-ringkat Persibom di klasemen sementara wilayah dua naik ke urutan keenam dengan me-ngumpulkan 21 angka dari 16 pertandingan.
Meski begitu, suka cita anak-anak asuh Iwan Setiawan di-kejutkan oleh sebuah tragedi di mana Fernando Soler striker an-dalan tim Fajar Bulawan diha-diahi kartu merah oleh wasit di menit ke-90. Ujung tombak Persibom ini tertangkap mata meninju wajah kapten Deltras, Andri Budianto. Untung saja, dengan 10 pemain yang tersisa, Persibom sanggup memperta-hankan kedudukan 1-0 sampai wasit meniupkan peluit akhir.
Jalannya pertandingan itu berlangsung cukup menegang-kan. Berbagai serangan Persi-bom membuat tim Fajar Bula-wan mendapatkan sejumlah peluang emas, baik lewat pe-netrasi dari pusat atau dengan memanfaatkan serangan sayap, namun selalu saja gagal me-robek jala gawang Deltras.
Sebuah peluang emas di me-nit 35 dari Cristian Armendaris, yang diprediksi 90 persen gol, justru gagal dimanfaatkan. Saat itu, Omre menerima umpan apik di sektor kiri pertahanan tim tamu. Ia menggiring si kulit bundar tanpa terbendung sampai hanya berjarak sektiar dua meter dari kiper Deltras yangt elah berdiri kaku di mulut gawang.
Namun tendangan kaki kanan Omre mental di tubuh kiper, lalu disambut dengan ten-dangan dahsyat dari Rah-madani dan lagi-lagi bola hanya mengenai mistar gawang. Jefry Praseto pun menerobos masuk menjemput bola, tapi tenda-ngannya melambung tinggi di atas mistar gawang. Dan pe-luang emas tadi tak sanggup membuahkan gol.
Tuan rumah tak putus asah, meski harus jatuh bangun, demi memecahkan kebuntuan. Hingag di menit ke-67 babakan kedua, sebuah tendangan be-bas yang dieksekusi Soler dari sektor kiri pertahanan Deltras, disambut dengan tentangan cantik Jefry Prasetyo, dan si ku-lit bundar melesak mulus da-lam gawang Arie Kurniawan. Sayangnya, kegembiraan Jefry yang sempat ke luar lapangan untuk berbagi suka dengan Bom Mania, hanya berlang-sung sesaat. Karena. Soalnya wasit menganulir gol tersebut, karena Jefry telah terjebak lebih dulu dalam posisi off side.
Di sisi lain, serangan-sera-ngan tim tamu yang keba-nyakan dibangun dari sayap kiri dan kakan, tampaknya ma-sih tak mampu memporakpo-randakan pertahanan tuan rumah. Peran Kingsley Chioma di lini belakang, kerap menjadi biang gerutu bagi para pemain depan Deltras. Sampai akhir-nya, Omre mampu memecah-kan kebuntuan sekaligus me-nyumbang satu gol untuk ke-menangan Persibom, setelah berhasil mengeksekusi tenda-ngan pinalti, satu menit sebe-lum babak kedua usai.
Manager Persibom Hi Syam-sudin Kudji Moha BBA, usai pertandingan menyampaikan ungkapan syukuran dengan ke-suksesan menyapu bersih poin, meski hanya dengan skor tipis. Kudji juga menyayangkan ke-putusan wasit yang menganulir gol dari Jefry Prasetyo, dengan dalih off side. Sedangkan me-ngenai kartu merah bagi Soler, Kudji hanya mengatakan kalau wasit sudah bertindak adil.
Sementara itu, pelatih Deltras Hi Jaya Hartono tampak masih diliputi emosi karena keka-lahan itu. Dengan nada suara meninggi, ia mengatakan bah-wa wasit sengaja memenang-kan Persibom. “Saya tidak ba-nyak komentar, bilang saja be-gini, bahwa wasit memberikan kemenangan bagi Persibom. Itu saja,” katanya.(tus/kim)
|
|