HOME : FOOTBALL

Headlines News  

18 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Karangetang Siaga, Lokon-Soputan Waspada


Gempa tektonik dengan kekua-tan 5,7 sampai dengan 6 Skala Richter (SR) mengguncang Sangi-he, Senin (17/05) Pukul 01:46 Wita. Di sisi lain, status Gunung Karange-tang yang berada di Pulau Siau, di-
nyatakan status siaga. Lava gunung tersebut dilaporkan mulai mengalir keluar menyu-suri lembah-lembah. 
Menariknya, tidak hanya Ka-rangetang yang ‘bergelora’. Sebab Gunung Lokon di wilayah Tomohon dan Soputan (Minsel) juga dilaporkan dalam status waspada, selevel lebih rendah dibandingkan status siaga. Na-mun informasi yang diperoleh Komentar dari Badan Meteo-rologi dan Geofisika (BMG) Manado, gempa yang terjadi di Sangihe, bukan berasal dari aktivitas Gunung Karangetang. Melainkan akibat pergeseran lempeng tektonik. Ini memung-kinkan karena SaTal berada di persimpangan tiga lempeng tek-tonik, yaitu Lempeng Utara Fili-pina, Lempeng Selatan Laut Ma-luku, dan di bagian Barat sendiri ada Lempeng Sangihe.
“Pusat gempa berada di 4,5 derajat lintang utara dan 125,7 derajat bujur timur. Kedala-mannya 200 kilometer di bawah laut. Tepatnya di laut sekitar utara Tahuna atau 250 kilome-ter sebelah utara Manado,” kata Kepala BMG Manado, Subarjo, kemarin. 
Di Tahuna dan sekitarnya, tingkat yang dirasakan atau guncangannya berada di 3-4 skala MMI (Modified Mercalli In-tensity). “Gempa yang diakibat-kan pergeseran laut Maluku terhadap lempeng Sangihe ini tidak mengakibatkan tsunami. Bahkan penyebabnya bukan dari aktivitas gunung berapi,” ungkap Subarjo.
Ketika ditanya tentang aktivi-tas gunung berapi Karangetang yang dikaitkan dengan gempa tersebut. Meski membantah asal gempa dari Karangetang, namun dia mengatakan, gempa bisa juga dipicu aktivitas gunung be-rapi. “Memang saat ini status gu-nung berapi Karangetang masih waspada, karena kemungkinan sewaktu-waktu bisa terjadi letusan. Namun masyarakat tidak perlu khawatir dan diha-rapkan bangunan rumah dibuat dengan konstruksi tahan gem-pa,” harapnya. 
Sementara itu, berdasarkan la-poran US Geological Survei se-perti dikutip Association Press (AP), gempa di Sangihe ini ber-kekuatan 5,7 Skala Richter (SR). 
Sedangkan status ‘Siaga’ Gu-nung Karangetang sudah dite-tapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelum penetapan status ‘Siaga’ Gunung Merapi yang kini lagi heboh. 
Gunung Karangetang dilapor-kan telah mengeluarkan lava, dan juga terjadi gempa di atas rata-rata aktif normal dengan kondisi gempa Tremor di sekitar gunung. Namun Gunung Ka-rangetang dinilai tidak lebih ber-bahaya dibanding Gunung Me-rapi. 
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah menetapkan Gunung Loon dan Soputan masuk status was-pada bersama 10 gunung lain-nya. 
Gunung berstatus Waspada itu adalah Gunung Marapi dan Gunung Talang (Padang), Gu-nung Kerinci (Jambi), Gunung Anak Krakatau (Lampung), Gu-nung Papandayan (Jabar), Gu-nung Dieng, Gunung Semeru (Jatim), Gunung Lokon (Sulut), Gunung Dukono (Maluku Utara), Gunung Soputan (Sulut), Gunung Egon (Flores) dan Gunung Ibu (Maluku Utara). 
Hal ini dibenarkan Kepala Pusat PVMBG Ir. Yousana O.P Siagian di Bandung, Senin (17/04). “PVMBG juga telah mene-tapkan 55 gunung api lainnya dalam kondisi aktif normal,” kata Yousana. 
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi juga telah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM perihal laporan peningkatan kegiatan gunung api di In-donesia. 
Dalam surat tersebut dipapar-kan agar ESDM mewaspadai terjadinya kemungkinan hujan lahar di beberapa gunung di Indonesia. Di antaranya di Gu-nung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Papandayan, Gunung Soputan dan Gunung Ka-rangetang. 
Termasuk juga mewaspadai terjadinya guguran lava dan aliran awan panas yang terjadi pada gunung api yang memiliki kubah lava.(lex/dtc) 


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin