HOME : FOOTBALL

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

18 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Bila penyapu jalan tagih janji pemkot
“Torang Minta Pemkot Bayar Selisih Gaji”


MENJADI penyapu jalan bukan pekerjaan gampang. Pasalnya, di saat warga lainnya menikmati istirahat malamnya, para penyapu jalan justru sibuk dengan pekerjaannya. Sayang, pemkot yang menjadi sandaran hidup mereka ternyata kurang memberikan penghargaan yang tinggi bagi para penyapu jalan ini. Mau bukti?


Minggu (16/04) pagi, tepat pukul 04.30 Wita, saya mencoba melintasi Jalan Piere Tendean Bou-levard. Sesampai di ping-gir jalan dekat halte depan ba-ngunan Megamall, saya memilih menghentikan kendaraan karena bermaksud bercakap-cakap 
dengan seorang ibu yang sedang serius melakukan pekerjaan menyapu jalan. 
Dan sambil menebarkan senyumnya, sang ibu yang bernama Magdalena ini menghentikan pekerjaannya dan bersedia bercakap-cakap dengan saya. “Ibu bahagia de-ngan pekerjaan yang ibu ja-lani?” saya membuka perca-kapan. Dan dengan agak ma-lu-malu ibu asal Rumengkor yang mengaku berumur 56 tahun ini ini mengangguk ragu. Dan sikap ini mendorong saya untuk terus melontarkan pertanyaan. 
“Saya lihat ibu rupa ragu-ragu ba jawab. Apakah ada kendala yang ibu hadapi sela-ma ini terkait dengan peker-jaan ibu?,” tanya saya. Sekali lagi sang ibu mengangguk pe-lan, namun kali ini anggu-kannya sangat pasti. “Ini soal gaji yang torang punya. Kan sejak bulan Januari so ada standar UMP sebesar Rp 713.500. Mar sampe bulan Maret torang digaji cuma Rp 600 ribu. Mar waktu torang tanya soal selisih gaji pemkot bilang dorang mo kase. Mar sampe sekarang torang belum dapa tu selisi gaji,” ujar ibu dua anak tersebut.
Sang ibu yang mengaku sudah dua bulan bercerai de-ngan sang suami ini menam-bahkan, kalau dirinya ber-maksud menggunakan selisih gaji tiga bulan itu untuk mem-buat kukis menyambut pera-yan Paskah. 
Sayang, sampai tibanya perayaan Kebangkitan Kristus ini, yang dinantikan tak kunjung datang. Keluhan pun tercetus dari mulut ibu ini bahwa pemkot sepertinya kurang memberi penghargaan bagi penyapu-penyapu jalan yang sudah lama mengabdi. 
“Sebenarnya kan torang penyapu jalan yang so lama bekerja seharusnya diperhati-kan pemerintah. Misalnya dalam hal gaji atau pemberian tambahan insentif. Mar ini nyanda. Kita deng penyapu jalan yang baru maso sama saja dorang pe penghargaan,” kata ibu yang mengaku anaknya juga memiliki profesi yang sama dengannya. 
Keluhan ini sejatinya mesti didengar karena menyangkut hidup mereka yang telah berjasa untuk Kota ini. Apa kabar pemerintah ko-ta?(simon)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin