|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Perayaan Paskah Remaja GMIM Sukses
|
Perayaan Paskah Remaja GMIM 2006 yang dipusatkan di Lapangan Koni, Sario Manado Senin (17/04) Kemarin, berjalan sukses. Ibadah Agung yang dipimpin Ketua Sinode GMIM Pdt Dr A Supit itu dihadiri ribuan remaja GMIM yang datang dari berbagai wilayah dan jemaat se-GMIM.
Suasana perayaan tersebut juga lebih semarak dengan kehadiran penyanyi rohani remaja Nikita bersama dengan Ketua DPR RI Agung Laksono dan Ketua Komisi I DPR RI Theo Sambuaga.
Ketua Sinode Pdt AO Supit dalam khotbahnya yang mengutip Kitab Roma 15:5-6, menyatakan pentingnya kebersamaan dalam hidup. “Karena rasa kebersamaan, yang ditandai dengan satu hati satu suara, merupakan modal utama untuk hidup dalam kedamaian,” katanya.
Menurut Supit, baru-baru ini ia didatangi sekelompok warga Kristen asal Langowan yang terdiri dari berbagas denominasi. Mereka berkeinginan mendirikan monumen penginjil Schwarz di Langowan, dan memintakan dia untuk bisa memberikan kalimat yang akan dituliskan pada monumen itu. Ia kemudian mengusulkan kalimat: ‘Marilah Kita Hidup Bersama agar Kita Bersama-sama Hidup”.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPR RI Agung Laksono menyampaikan selamat Paskah kepada seluruh warga Kristiani di Indonesia, dan khususnya di Sulut dan Manado. Ia berharap agar warga Kristen di daerah ini tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan sebagaimana telah terbina selama ini.
Dalam perayaan Paskah itu, Nikita benar-benar menjadi idola remaja. Beberapa tembang rohani yang dibawakannya, disambut antusias para remaja. Nikita sendiri mengakui bahwa orang Manado sepengetahuannya memang gemar bernyanyi.
Seusai ibadah, dilaksanakan pawai prosesi yang dilepas oleh Ketua DPR RI Agung Laksono yang beristrikan wanita asal Langowan Ny Agung Laksono-Wenas.
Ketua Umum Panitia Jimmy Imba Rogi yang juga walikota Manado bersama Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM Pnt Drs Jantje Sajouw menyatakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara tersebut.(jef)
Tolak PB Dua Menteri
Dalam suasana perayaan Paskah Remaja GMIM tersebut, Pemuda Lintas Agama (Pelita) menyampaikan surat penolakan terhadap Peraturan Bersama Dua Menteri (Menteri Agama dan Mendagri) yang berisikan tentang peraturan pendirian rumah ibadah dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama).
Dalam surat yang dibacakan Sekretaris Pelita Drs Tenny Assa, disebutkan bahwa PB Dua Menteri tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45, serta bertentangan dengan Deklarasi Hak-hak Asasi Manusia Pasal 18.(jef)
|
|