|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
24 Rumah di Sapa
Terancam Hanyut
|
Rumah yang ditempati 24 Kepala keluarga (KK) di Desa Sapa Kecamatan Tenga, dilapor terancam hanyut. Ini dikarenakan terjadi abrasi di sekitar tempat tinggal mereka yang dipicu oleh proyek irigasi dan pemecah ombak yang dikerjakan asal jadi di desa tersebut.
Warga-warga ini merasa katakutan makanala turun hujan deras dan air laut pasang. “Kami minta perhatian dari Pemkab Minsel. Semenjak belum masuk proyek proyek irigasi dan pemecah ombak ke desa kami, rumah rumah kami dalam kondisi aman. Tetapi setelah masuk proyek tersebut, berdammpakburuk pada keselamatan rumah-rumah kami,” tutur Saldy Monigi Ketua Aliansi Pemuda dan Masyarakat Desa Sapa kecamatan Tenga, Senin (17/04) kemarin, saat bertandang dikantor biro harian ini.
Menurutnya, genangan-genangan air yang ada, bias mendatangkan wabah penyakit seperti bersarangnya nyamuk demam berdarah (DB). Sebagai bukti, lapangan bola yang dulunya digunakan untuk tempat olahraga, kini sudah penuh dengan genangan air.
Di tempat terpisah Pemkab Minsel melalui Kabag Humas dan Protokoler Drs Benny Lumingkewas ketika dikonfirmasi kemarin mengatakan, untuk masalah ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas pekerjaan Umum (PU) Minsel.(jok)
|
|