|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Hasil Rapat di
Makassar
Kepsek Harus Bekas Wakepsek
|
Wakil Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut Drs Dj Kansil MPd yang didampingi Hubmas Ronny Sepang SH pekan lalu mengatakan, hasil pertemuan jajaran pendidikan se Indonesia Timur awal bulan lalu merekomendasikan berbagai hal terkait dengan pendidikan.
“Rapat ini juga mengusulkan agar semua calon kepala sekolah minimal pernah menjabat wakil kepala sekolah (Wakepsek) di masing-masing jenjang pendidikan,” katanya sembari menambahkan kalau calon kepsek SMP harus pernah Wakepsek SMP dan Calon Kepsek SMA atau SMK juga harus mantan Wakepsek di SMA atau SMK.
Usulan tentang calon Kepsek itu sendiri telah dilayangkan ke Depdiknas terutama Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Acuan usulan itu sendiri tegas dia, mengacu pada Undang-undang (UU) nomor 20 tahun 2005 tentang sistim pendidikan nasional, UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan serta Keputusan Menteri nomor 162 tahun 2005 tentang pengangkatan Kepala Sekolah.
TANGGAPAN
Sementara itu menanggapi masalah pergantian Kepsek SMAN 1 Manado, Mantan Kepsek Drs ADN Mintjelungan MSi ketika dikonfirmasi waktu lalu mengatakan dirinya memang sudah memasuki masa pensiun dan tinggal menunggu surat pemberhentian dari Walikota serta menunggu penggantinya. “Kalau sudah ada pengganti, kenapa harus bertahan,” katanya.
Sementara itu menanggapi permasalahan Pelantikan Kepsek SMAN 1 Manado oleh Wakil Walikota atas nama Walikota Manado waktu lalu mendapat tanggapan serius dari kalangan pendidikan. Seperti perwakilan Masyarakat Pendidikan Sulut (MPS) Matrona Mamudi SPd dan HA Assa SPd, mengharapkan pemerintah hendaknya jangan mengorbankan dan mencampur-adukkan dunia pendidikan dengan politik.
“Apalagi pemerintah kota Manado telah melanggar UU, PP dan Kepmen, ini namanya sudah melanggar aturan yang lebih tinggi,” kata keduanya sembari menambahkan, seharusnya dalam menempatkan seorang Kepsek harus proporsional.
Sementara salah seorang staf dosen Unika De La Salle, Ir Lucky Kiolol, ketika dikonfirmasi tidak memberikan penjelasan panjang lebar. Dia hanya mengharapkan pendidikan jangan jadi korban dunia politik. “Semua hal kalau mengacu pada aturan, pasti bisa berjalan lancar,” katanya.(lex)
|
|