|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tentukan
nasib CPNS ‘lulus sehari’
Tim Gabungan Temui Menpan dan BKN
|
Kepala
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Jefry
Korengkeng SH menyatakan direncanakan konsultasi
masalah CPNS ke Menpan dan Badan Kepengawaian
Nasional (BKN) akan dilakukan Kamis (20/04) lusah.
“Sesuai konfirmasi terakhir, 20 April nanti
pemprop bersama DPRD dan perwakilan CPNS Bol-mong
akan menemui Menpan dan BKN,” jelas Korengkang
ke-pada Komentar Senin (17/04).
Penundaan keberangkatan ini, lanjutnya dikarenakan
sejumlah hari libur belakangan. “Jadi bu-kan kami
menunda,” jelas Ko-rengkeng lagi.
Hal ini sekaligus menjawab per-tanyaan sejumlah CPNS
Bol-mong ‘lulus sehari’ yang kemarin kembali
mendatangi kantor gubernur. Mereka memperta-nyakan
kepastian konsultasi de-ngan pusat. Di samping
kembali mengingatkan harus ada perwa-kilan CPNS yang
turut berangkat ke Jakarta.
Sementara menurut anggota DPRD Sulut Ir Novie
Mokobom-bang selain membicarakan 113 CPNS Bolmong,
juga kuota 1 per-sen orang cacat. Khusus masa-lah
Bolmong, delegasi dipimpin gubernur didampingi Ketua
DPRD Sulut Drs Syachrial Damo-polii, dua anggota
dewan yakni Beny Rhamdani dari Komisi A, Mokobombang
Komisi E dan dua perwakilan 113 CPNS Bolmong lulus
sehari yakni Rini dan Irvan yang diutus berdasarkan
hasil musyawarah.
“Bersama masalah CPNS Bol-mong akan banyak masalah
lain yang akan diperjuangkan. Semo-ga Menpan respon
positif hal ini,” ujar Mokobombang.
Mengenai sikap saling klaim Pemkab Bolmong melalu
jubir Yudha Rantung, menurut Moko-bombang, tak perlu
dipolemik-kan. Karena selama ini keterli-batannya
sebagai bentuk kepe-dulian anggota DPRD Sulut dari
daerah pemilihan Bolmong.
“Marilah kita berjuang sama-sama. Tak perlu saling
mengata-kan siapa yang berjuang dan si-apa yang
benar. Perjuangan be-lum putus,” ujarnya sambil
me-ngatakan selama ini dirinya tak pernah ada kontak
dengan ke-pentingan Pemkab Bolmong. Olehnya
pernyataan pihak ter-tentu terkait perjuangan
ma-salah CPNS sampai ke peme-rintah pusat tak perlu
ditang-gapi.(vic/tru)
|
|