HOME : FOOTBALL

Headlines News  

19 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Buntut tudingan GKST terlibat rusuh Poso
Pendeta Damanik Siap Tukar Nyawa Tibo Cs


Setelah Pastor Romo Leo menyatakan keinginannya dieksekusi mati sebagai pengganti Fabianus Tibo cs, giliran Pendeta Rinaldy Damanik menyampaikan hal senada. Ketua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) ini siap menukar nyawanya sendiri agar Tibo cs dibebaskan. 
Pernyataan Damanik ini ter-kait tudingan keterlibatan GKST dalam kerusuhan Poso. Penukaran nyawa ini, menurut Damanik, merupakan bentuk tanggung jawab pribadinya bila GKST memang terlibat kerusu-han yang menewaskan sekitar 200 jiwa dan menghanguskan sekitar 5.000 rumah, tahun 2000 silam. 
“Secara kelembagaan mau-pun saya secara pribadi ter-libat, saya akan bersedia menggantikan Tibo cs untuk dieksekusi,” demikian ditulis Damanik melalui pesan singkat (SMS) yang dilansir detik.com, Selasa (18/04). 
Pendeta yang dikenal nama-nya pada awal kerusuhan Poso 2000 itu mengaku dapat me-mahami penanganan kasus Poso tidak bisa setengah-tengah. 
Kejadian Poso, kata Dama-nik, harus dimulai dari keja-dian Desember 1998. Karena itu, ia menyatakan mendu-kung pembentukan Tim Gabu-ngan Pencari Fakta Indepen-den (TPGFI) yang embrionya sudah digagas oleh sejumlah tokoh Islam dan Kristen di Poso.
Pernyataan Damanik ini mengemuka setelah terpidana mati Poso yaitu Tibo, Domi dan Rinus menyatakan bahwa kerusuhan Poso melibatkan pihak GKST dan sejumlah tokohnya. “Jika kami turun ke Poso, kami didoakan oleh sejumlah pendeta di GKST,” tukas Tibo pekan lalu kepada wartawan di Palu.
Pernyataan itu juga dibenarkan Heri Mengkawa, salah seorang terpidana kasus Poso yang divonis 15 tahun penjara. Menu-rutnya, sejumlah tokoh GKST memang terlihat aktif di lapangan di saat-saat kerusuhan itu. Sampai saat ini, baru satu dari 16 tokoh yang disebut Tibo cs sebagai dalang kerusuhan Poso, yakni Yahya Pattiro yang dipe-riksa polisi dan dipertemukan dengan para terpidana mati itu. Padahal polisi telah melayangkan surat panggilan kepada sejumlah tokoh tersebut.(dtc/*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin