|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Gubernur: Siapkan langkah antisipatif
Karangetang Keluarkan Asap Putih, Siau Diminta Waspada
|
Gejala atau tanda-tanda ada-nya suatu perubahan atau pe-ningkatan status gunung Ka-rangetang di Siau Sangihe besar tiga hari terakhir, diakui penga-mat Gunung Karangetang, Judia Tatipang. Tak heran melalui pe-merintah kecamatan, seluruh warga Siau diingatkan agar waspada, namun jangan panik.
Menurut Tatipang, getaran yang muncul tanggal 17 April lalu sekitar pukul 1.00 WITA dini hari lalu, merupakan tanda awas mengingat dari hasil pengamatannya, gunung yang
masuk kategori paling aktif ini memunculkan reaksi akan meletus.
Hanya saja lanjut Tatipang, di atas puncak kawah gunung ini belum bermunculan benjolan-benjolan sebagai suatu tanda gunung tersebut akan segera meletus. Dikatakannya, sejak Oktober 2004 silam, Gunung Karangetang juga masuk daftar gunung aktif yang statusnya siaga.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan visual, Karange-tang memang belum menun-jukan perubahan-perubahan yang menonjol. Hanya saja, gunung api aktif ini mulai mengeluarkan asap putih sedang, dan sesekali tebal. Ini memang hal biasa namun per-lu diwaspadai karena Gunung Awu di daratan Sangihe besar juga awalnya mengeluarkan asap putih dan lama-kelamaan membesar dengan warna kecokelatan sebelum meletus.
Sumber-sumber lain menga-takan, rasa was-was kini menghantui warga Siau. Na-mun aksi warga melakukan pengungsian belum kelihatan. Meski demikian pemerintah setempat atas arahan Bupati Sangihe Drs Winsulangi Salin-deho yang sempat berkoor-dinasi dengan pengamatan gunung menyarankan kepada masyarakat, agar tetap was-pada tapi jangan dulu panik.
Sebab status gunung ini akan diamati terus menerus, dan jika menang ada tanda-tanda akan meletus, antisipasi pengungsian akan dilakukan secepat mungkin sebagaimana antisipasi saat Gunung Awu bereaksi dua tahun silam.
Yang menarik, di sela-sela kewaspadaan masyarakat ada juga warga yang tak gentar de-ngan ancaman tersebut. “Biasa kwa itu. Namanya gunung api,’’ ujar Orlando, warga setempat.
Meski demikian, unsur pe-ngamat gunung ini sempat menjelaskan jika Gunung Ka-rangetang yang biasanya menge-luarkan lahar panas setiap waktu, kini terhenti dan ini merupakan tanda awas karena kemungkinan telah terjadi penyumbatan di dasar kawah.
Penyumbatan ini tentu tak akan bertahan lama dan ter-gantung kuatnya reaksi panas bumi yang setiap saat terus berusaha keluar dari kepun-dan yang biasanya disebut letusan.
GUBERNUR
Secara terpisah, Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang menginstruksikan agar jaja-rannya segera menyiapkan langkah antisipatif bencana, pascapeningkatan status Gu-nung Karangetang menjadi sia-ga dan waspada untuk Gu-nung Soputan dan Lokon. Hal ini disampaikan gubernur me-lalui Sekprop, Dr Johanis Kaloh, Selasa (18/04).
“Saya sudah ditelpon Pak Gubernur dan diinstruksikan untuk segera berkoordinasi dengan Kesbang dan Asisten I,” jelas Kaloh di ruang kerjanya. Dengan demikian, pemprop khususnya sudah siap dengan segala kemungkinan, bila terjadi bencana.
Sementara menurut Karo Sosial Drs Frans Wagey yang dihubungi terpisah, menghim-bau masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi tetap waspada. “Sehingga begitu ada tanda-tanda, warga bisa lang-sung mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, gem-pa tektonik dengan kekuatan 5,7 sampai dengan 6 Skala Richter (SR) mengguncang Sa-ngihe, Senin (17/04) Pukul 01.46 Wita. Di sisi lain, status Gunung Karangetang yang berada di Pulau Siau, dinyata-kan status siaga. Sementara Gu-nung Lokon di wilayah Tomohon dan Soputan (Minsel) juga dila-porkan dalam status waspada, selevel lebih rendah diban-dingkan status siaga.(vic/med)
|
|