|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Wanita Gereja se-Asia Gelar Konferensi di Sulut
|
Sulawesi Utara mendapat ke-percayaan menjadi pusat pe-nyelenggaraan Asia Woman Conference Mission 21. Perte-muan awal bahkan sudah di-gelar kemarin (18/04) di di Je-maat GMIM Eklesia Kalasey. Acara puncaknya sendiri, Ge-neral Assembly Mission 21 Ge-reja-gereja se-Asia akan digelar pada 21-24 April mendatang di GMIM Kristus, Manado.
Para tokoh wanita yang su-dah hadir dalam pertemuan awal berasal dari Korea, Hong-kong, Malaysia, Jepang, India, Taiwan dan Swiss sebagai negara board Mission 21. Per-temuan awal dibuka langsung Menteri Pemberdayaan Perem-puan Prof Dr Meutia Hatta yang pada kesempatan ini tu-rut mengikuti jalannya ibadah pembukaan secara khusyuk hingga usai. Kehadirannya, tentu saja disambut antusias yang hadir. Sebab, meski Meu-tia sebagai Umat Muslim na-mun dirinya tidak sungkan-sungkan duduk bersama peserta.
Dalam kesempatan ini Meu-tia mengatakan, kegiatan Wo-man Conference merupakan kesempatan bagi wanita-wa-nita gereja untuk menunjuk-kan peranannya. Terutama da-lam menolak kekerasan terha-dap perempuan dan anak. Bu-kan itu saja, menurut dia, me-lalui momen ini kiranya dapat dijadikan oleh wanita gereja untuk keluar dari keterpuru-kan, khususnya keluar dari image bahwa perempuan adalah warga kelas dua di bawah laki-laki.
“Melihat keberadaan perem-puan dewasa ini, dapat dikata-kan masih jauh tertinggal ter-utama pada tingkatan lingku-ngan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan dan politik. Untuk itu, transformasi budaya dila-kukan secara intensif dan berkesinambungan sehingga pola pikir yang selama dan menjadi hambatan dapat diperbaiki,” paparnya.
Dia mengingatkan, dalam ke-setaraan gender perempuan harus mengedepankan pening-katan kualitas hidup di ber-bagai bidang, meningkatkan partisipasi politik, dapat meng-hapus kekerasan terhadap pe-rempuan dan anak, peningka-tan kesejahteraan dan perlin-dungan anak untuk mewujud-kan anak yang sehat, me-ningkatkan pengarusutamaan gender serta meningkatkan partispasi masyarakat. Meutia juga berharap agar para aktivis gereja dapat melakukan se-muanya itu, bahkan dapat se-lektif dalam menerima arus globalisasi termasuk di dalam-nya memerangi trafficking, HIV/AIDS dan pornografi.
Ibadah pembukaan dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum BPS GMIM Pdt Decky Lolowang MTh. Sementara Ketua Panitia, dr Herlina Damongilala-Siwu dalam laporannya menyatakan, konferensi ini merupakan momen untuk meningkatkan hubungan baik dengan peserta yang berasal dari beberapa negara se-Asia. Termasuk de-ngan wanita dari Swiss, sebagai negara board Mission 21, yang selama ini banyak memberikan bantuan dalam bidang kese-hatan dan pendidikan.
Turut hadir, Sekretaris Dae-rah Sulut Dr Johanis Kaloh, Wakil Ketua BPS GMIM Bidang Misio Pdt Roy Tamaweol MTh, Ketua WKI Sinode GMIM Arianne Frederik Nangoy dan Keluarga Markadi-Tambuwun yang kediamannya dijadikan penginapan para peserta.(eda)
|
|