|
|
|
![]() |
![]() |
|
Delegasi Sulut diminta bawa semua persoalan
Menpan: Rekrutmen CPNS Penderita Cacat Tetap Diseleksi
|
Menpan Taufik Effendi melalui sekretaris CPNS nasional Tasdik Kirmanto mengatakan, kuota satu persen bagi peserta CPNS penderita cacat tetap melalui seleksi. “Silakan daerah memanfaatkan tempat yang disediakan. Namun tetap mengikuti aturan yang ada,” jelasnnya di Jakarta, kemarin(18/04).
Dikatakan, kuota itu tidak menjamin kelulusan jika yang bersangkutan gagal ikut selek-si. Perlakuannya, tetap sama de-ngan peserta umum. Namun begitu, kata staf ahli Menpan Bidang Budaya Kerja ini, ada per-lakukan khusus. Seperti, tempat pendaftaran dan seleksi.
Berkaitan kedatangan rom-bongan Sulut yang akan meng-konsultasikan kelulusan ‘satu hari’ bagi 113 peserta CPNS di Bolmong. Tasdik mengaku su-dah mendengarnnya namun dia mengaku belum menerima laporan.
Akan tetapi, dia menyambut baik kedatangan rombongan ya-ng akan membahas persoalan tersebut. Sejauh ini, katanya, persoalan itu sering terjadi karena faktor komputerisasi.
Di sisi lain, pihaknya belum menerima laporan hasil seleksi CPNS dari Sulut. “Laporan itu belum kami terima. Menyang-kut pemberkasan laporannya CPNS ada di BKN,” kuncinya.
Di sisi lain, anggota DPRD Sulut mengusulkan agar de-legasi yang nantinya menemui Menpan tak hanya menga-jukan soal 113 CPNS Bolmong yang lulus sehari dan kuota or-ang cacat saja, tapi semua per-soalan yang ada.
Diungkap anggota dewan dari PDS Edwin Eman SE, seperti jatah formasi yang hilang saat pengumuman. Juga formasi yang kurang pelamarnya dari jumlah yang dibutuhkan. Pernyataan senada dikatakan personel Fraksi Kesatuan utusan PKB, Timmy Tatara SE. Katanya, delegasi berkewa-jiban memperjuangkan semua masalah yang ada. Sebab ka-lau hanya soal CPNS Bolmong akan memunculkan kecem-buruan sosial. “Apakah nan-tinya hanya satu masalah yang diakomodir, ya berarti perju-angannya sudah sampai di si-tu. Tapi untuk adilnya maka semua masalah harus dibawa ke pusat,” tukas Tatara.(zal/tru)
|
|