|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Proyek PPK di Desa Sapa dan Buku, Disoal
|
Proyek PPK (Program Pengem-bangan Kecamatan) di Desa Sa-pa, Kecamatan Tenga dan Desa Buku, Kecamatan Belang, yang dananya bersumber dari ban-tuan Bank Dunia dan dana kon-sering dari Pemkab Minsel, di-persoalkan warga setempat. Pa-salnya, untuk proyek PPK di De-sa Sapa yakni pengadaan air ber-sih, tahun anggaran 2005, hing-ga kini proyeknya tidak jalan.
Menurut, Saldy Monigi, Ketua Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sapa, dana PPK ini cair pada Desember 2005 lalu sebesar Rp 100 juta. Namun penggunaan dana ini sepertinya hanya mem-beli pipa-pipa saja sementara bahan-bahan lain tidak. “Na-mun kini proyek tersebut telah terhenti pekerjaannya. Masa pekerjaannya hanya gali lubang dan pasang pipa yang terbuat dari plastik. Apalagi ada sen-tuhan swadaya masyarakat. Alasan dari pengurus PPK, pe-kerjaan terhenti karena ang-garannya tak cukup,” tukas Monigi.
Secara terpisah, Hilam Gais, tokoh masyarakat Desa Buku, Kecamatan Belang mengatakan, penggunaan dana PPK yang ber-bandrol Rp 96 juta di desanya tak trans-paran. Proyeknya adalah pengaspalan jalan desa. “Kenapa dikatakan tidak trans-paran, salah satunya tak ada pa-pan proyek. Jadi masyarakat tak tahu kapan selesai, anggaran, pelaksana dan lainnya. Ini karena tak transparan. Apalagi pengawas dari kecamatan tak pernah turun lapangan,” tutur Gais.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokoler Drs Benny Lu-mingkewas mengatakan akan mengklarifikasi laporan ini dengan pihak kecamatan dan desa. “Setahu kami proyek PPK ini terstruktur dengan baik. Apalagi ini ada dana kosering dari dari pemkab. Bahkan pro-yek PPK ini ada fasilitator teknik kecamatan dan desa,” jelas-nya.(jok)
|
|