|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Mera Waruga (Pindah Kubur Leluhur)
di Tomohon
|
MERA Waruga atau pindah kubur leluhur akan dilakukan di Kelu-rahan Woloan Satu, Tomohon. Iven ini dilakukan untuk menye-lamatkan waruga di sekitar wilayah tersebut yang diorganisir oleh Pakasaan Tombulu bertepatan dengan “soft opening” Ampiteater Rano Walanda, tulis rilis panitia yang diterima redaksi kemarin (18/04).
Ampiteater itu sendiri hampir rampung pembangunannya dan terletak dibibir ngarai “Wanambawa”. Ampiteater terbuka ini mampu me-nampung sampai 3000 penonton sehingga merupakan salah satu ampiteater terbuka terbesar di Indonesia.
Di Kompleks Ampiteater Rano Walanda terdapat jalan tikus (natural track) yang meniti dinding ngarai ditutupi dengan tumbuhan liar alami seperti aren, bambu, pinang hutan, tuis dan lain lain. Pembangunan ampiteater dan fasilitas penunjang yang spektakuler ini merupakan impian dari Dr. Willie Smits dari Yayasan Masarang guna mengangkat budaya di Indonesia khususnya Minahasa dipadukan dengan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Menurut Dr. Julius Pontoh sebagai sekretaris Pakasaan Tombulu, pemindahan ini akan dilakukan menurut adat istiadat setempat mengingat Waruga merupakan objek yang disakralkan masyarakat adat. Ritual adat Tombulu ini akan dipadukan dengan berbagai kesenian tradisional seperti Maengket, Mazani, Kawasaran, Musik Bambu, Kolintang dan Katrili. Selanjutnya ada pesta rakyat dan tari masal (polines). Pst Dr RD Renwarin Pr, rohaniawan sekaligus sebagai budayawan sosok yang berada dibelakang penggarapan acara seni budaya spektakuler ini.
Acara ini akan dilakukan Sabtu 22 April 2006 dimulai jam 15.00 WITA. Prosesinya dimulai dari perempatan di dekat Gereja Sion/RS Bethesda Tomohon ke arah barat (Woloan/Tanawangko).(ftj/*)
|
|