|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
HET Naik, Permintaan Pupuk Diprediksi Normal
|
Rencana pemerintah me-naikkan Harga Eceran Ter-tinggfi (HET) pupuk bersub-sidi sebesar 10 sampai 15 persen pada awal Mei men-datang, tampaknya bukan ancaman bagi distributor pupuk di daerah ini. Meski diperkirakan akan memicu terjadinya penurunan penjua-lan pada beberapa bulan per-tama, namun sejumlah distributor optimis permin-taan pupuk akan kembali normal.
Pieter Ratiromon, Kepala Perwakilan PT Pusri Manado saat dikonfirmasi, kemarin tidak menepis kalau hal ini akan berdampak terhadap volume penjualan. Namun melihat kebutuhan pasar di Manado yang cukup baik di-banding daerah lain di In-donesia Timur, ia memper-kirakan dampaknya hanya akan terjadi pada satu dua bulan pertama.
“Kalau HET Naik, sudah pasti dampaknya akan memi-cu permintaan menjadi turun. Tapi karena kebutuhan pasar di daerah ini cukup baik, satu dua bulan pasca terjadi ke-naikan HET permintaan pupuk kemungkinan akan kembali normal,” ujarnya. Sementara itu Kepala Gudang dan Distribusi PT Pupuk Kaltim Sulut dan Gorontalo selaku produsen dan koor-dinator distribusi rayon Indonesia Timur, Rach-mansyah mengungkap, pu-puk subsidi kemungkinan ba-kal naik sekitar 10-15 persen dari HET saat ini yakni Rp 1050 per kilogram. Namun menurutnya rencana kenai-kan tersebut masih dalam tahap penggodokan.(gra)
|
|