HOME : FOOTBALL

Headlines News  

20 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Puncak Gunung Memanas, Karangetang Terancam Meletus


Ini tanda awas bagi warga di Kepulauan Siau akan meletus-nya Gunung Karangetang. Bu-kan apa-apa, sebab kendati belum mengeluarkan lava pijar karena terjadi penyumbatan besar di dasar kawah, namun panas bumi di puncak Kara-ngetang dilaporkan mulai me-ninggi menyusul secara visual tumbuh-tumbuhan di radius 500 -1.000 meter yang ada di bawah kepundan, tampak mulai mengering. 
Fenomena alam ini dikhawa-tirkan sebagai tanda-tanda ter-ancam meletusnya Karange-tang. Hal ini diakui pengamat Gunung Karangetang Judia P Tatipang. Menurutnya, feno-mena yang kini sangat meng-gangu kesuburan di sekitar puncak gunung sudah lama terjadi, namun beberapa pe-kan ini, mulai ada perubahan yang mencolok karena tum-buh-tumbuhan milik masyara-kat yang sebelumnya masih tergolong aman, kini kena im-bas, bahkan mulai mengering. 
“Biasanya panas bumi yang berada pada lapisan terdalam ketika terjadi penyumbatan akan terasah ke permukaan kulit gunung ketika volumenya bertambah besar. Ini harus diwaspadai,” ujar Tatipang.
Tanda-tanda lainnya yang ju-ga perlu diwaspadai akan me-letusnya Karangetang, lanjut-nya, yakni ketika berbagai je-nis binatang liar yang bercokol di atas gunung atau jauh dari pemukiman warga akan turun ke kampung-kampung sebagai tanda awas karena mereka tak tahan dengan panas bumi. 
Sementara itu, sejumlah masyarakat di lereng Gunung Karangetang saat ini sedang harap-harap cemas. Mereka setiap hari mengawasi dan me-nunggu turunnya hewan-he-wan dari hutan di kawasan puncak ke perkampungan sebagai tanda gunung berapi. 
“Memang sampai saat ini baru tumbuh-tumbuhan yang tampak mulai kecoklatan karena mengering. Kami belum menemukan adanya binatang liar yang turun gunung,” ung-kap warga Dame Siau Timur, S. Beta yang mulai ketar-ketir karena suasana di lereng gunung tampak tak seperti biasanya.
Meski demikian sebagian warga yang memiliki pohon an-dalan yakni Pala dan cengkih, tetap beraktivitas seperti biasannya. Kecuali penduduk yang memiliki lahan mendekati puncak beberapa hari terakhir lebih memilih istirahat,” ujar Beta.
Di sisi lain, kekhawatiran akan terjadinya letusan mulai dirasakan seluruh wilayah Siau. “Apalagi dahulu Pulau Siau keseluruhan terutama wilayah Ondang Siau Timur termasuk kampung lain di Siau Barat pernah dikosongkan akibat semburan lava pijar dan debu,” ungkap sejumlah warga di sana.
Kecuali itu, khusus Kampung Pihise yang masih dikategorikan aman karena agak berjauhan dengan lereng gunung.(med)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin