HOME : FOOTBALL

Headlines News  

20 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Buntut belum dieksekusinya Depot Pertamina 
Ketua PN Bitung Dikejar Ahli Waris DST


Belum dieksekusinya lahan Depot Pertamina Bitung, kian membuat keluarga ahli waris Dotu Simon Tudus (DST) bertindak nekat. Terbukti, Kantor Pengadilan Negeri (PN) Bitung kembali ‘diduduki’ puluhan keluarga ahli waris DST, Rabu (19/04) kemarin.
Aksi kali ini bahkan terbilang berani, karena Ketua PN Bitung, Sirande Palayukan SH malah dikejar keluarga ahli waris. Informasi yang diperoleh kemarin, sekitar pukul 07.00 WITA puluhan ahli waris yang diketuai Theresya Langelo ini memasuki kantor peradilan ini secara tertib. 
Kedatangan mereka untuk menemui Palayukan agar se-cepatnya mengeksekusi tanah Depot Pertamina yang sudah ada putusan hukum yang tetap di Mahkamah Agung. Setelah hampir tiga jam menunggu, akhirnya mereka mendapati Palayukan sudah berada di ruangannya yang terletak di lantai dua. Hanya saja, Pala-yukan berusaha menghindar ketika mengetahui para ahli waris hendak menemuinya. 
Kendati begitu, mereka tetap mengejar Palayukan yang telah turun ke lantai I. Di sini sua-sana menjadi panas, setelah salah seorang ahli waris meng-hambat jalan yang dilalui Pa-layukan. Dorong-mendorong pun terjadi, antara para ahli waris dengan Palayukan yang sudah dibantu sejumlah ha-kim dan staf pengadilan. Tapi karena emosi massa sudah meninggi, mereka semakin kuat mendorong hingga mem-buat para hakim tersudut. 
Untung saja, datang puluhan aparat kepolisian jajaran Pol-res Bitung yang langsung me-ngamankan situasi. Palayukan sendiri langsung diamankan dan dibawa ke ruangan kantor-nya di lantai dua. Namun be-gitu, massa tak beranjak me-ninggalkan kantor pengadilan. Sejumlah poster bertuliskan ‘‘Jangan Rampas Tanah Kami’’, ‘’Pengadilan Harus Tegakkan Hukum’’, terlihat diikat di pa-gar kantor pengadilan.
Hanya saja, Ketua PN Bitung, Sirande Palayukan ketika dikonfirmasi enggan menemui wartawan. “Bapak lagi pusing, konfirmasi saja ke humas,” ujar seorang staf piket.
Humas PN Bitung, Bayuaji SH secara terpisah meminta keluarga ahli waris agar ber-sabar, karena akan dilakukan pertemuan terakhir dengan pihak Pertamina dan Pemprop Sulut, 5 Mei nanti. 
“Kalau pertemuan ini men-tok, eksekusi akan kami laku-kan,” jaminnya. Sementara itu, desakan keluarga ahli waris DST ke Pengadilan Negeri (PN) Bitung untuk segera melaku-kan eksekusi terhadap Depot Pertamina Bitung, mendapat tanggapan dari pihak Perta-mina Manado. 
Kepala Humas Pertamina Manado, Fred Tewuh, Rabu (19/04) kemarin menegaskan bahwa pihaknya siap diekse-kusi kalau memang itu sudah menjadi keputusan PN Bitung. “Kami pada dasarnya siap melaksanakan apa saja yang menjadi keputusan hukum. Kalau memang PN Bitung memutuskan eksekusi, kami tentu harus menerimanya,” tegas Tewuh.
Menurut Tewuh, sampai se-karang ini Pertamina bersama Pemerintah Propinsi Sulut terus melakukan koordinasi guna mencari solusi penyele-saian masalah ini. Yang pasti, tambahnya, inti masalah yang sedang gencar dibahas adalah bagaimana secepatnya mem-bayar sewa tanah kepada ahli waris.”MA memutuskan bahwa pihak tergugat harus membayar sewa tanah kepad ahli waris. Nah, keputusan itu lah yang saat ini sedang kami upayakan dapat dilaksa-nakan secepatnya,” tegas Tewuh.(irv/rol)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin