|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Lia Eden tak Beragama
Tapi Percaya Tuhan
|
Masih ingat Pemimpin komu-nitas Eden yang kontroversial, Lia Aminuddin? Lia dalam pe-ngakuannya mengatakan, tidak memiliki agama, tapi dia percaya adanya Tuhan. Lia me-nyampaikan sikapnya di depan majelis hakim Pengadilan Ne-geri Jakarta Pusat (PN Jakpus).
Saat itu hakim menanyakan ba gaimana kondisinya. De-ngan lantang Lia mengaku kondisinya baik-baik saja. Dia langsung melanjutkan pernya-taannya soal tidak beragama tadi. “Saya tidak beragama, ta-pi saya percaya Tuhan Yang Maha Esa,” kata wanita yang mengaku malaikat Jibril itu di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (19/04).
Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) yang di-pimpin Arif Basuki memba-cakan dakwaan terhadap Lia. Lia didakwa telah melakukan 3 perbuatan yang melanggar hukum, yaitu penodaan agama pasal 156 a KUHP juncto 55 ayat 1 KUHP, melanggar keter-tiban umum pasal 157 ayat 1 juncto 55 ayat 1 KUHP, dan perbuatan tidak menyenang-kan pasal 335 ayat 1 KUHP juncto 65 ayat 1 KUHP.
Menurut kuasa hukum Lia, Saur Siagian, pihaknya akan me-nyampaikan keberatan karena klien mereka hanya menjalankan keyakinannya atau amanah.
Saur juga mengatakan, dak-waan terhadap Lia tidak jelas dan tidak kuat. Lia pun tidak tinggal diam setelah mende-ngar dakwaan JPU. Dengan lantang dan tanpa berbelit-belit, Lia mengatakan, “Saya menolak sidang ini.”
Pihak kuasa hukum Lia lalu meminta waktu 2 minggu un-tuk menyampaikan eksepsi atau keberatan. Namun ma-jelis hakim hanya memberikan waktu sampai Rabu 26 April. Sidang kedua akan dilaksana-kan pada saat itu dengan agen-da penyempaian keberatan atau eksepsi tersebut.
Sidang Lia berlangsung seki-tar dua jam hingga pukul 14.00 WIB. Usai sidang, Lia langsung dikawal petugas dari pengama-nan PN Jakpus menuju mobil tahanan kejaksaan. Ketika di-giring menuju mobil tahanan, Lia tampak ketakutan melihat banyaknya massa yang ber-desak-desakkan di dekatnya.
Namun petugas tidak mem-beri kesempatan kepada war-tawan untuk menanyai Lia. Di-kawal salah satu pengikutnya, Sadli, Lia berusaha menyeruak kerumunan massa. Begitu masuk ke mobil tahanan, mobil tersebut langsung melaju kencang.
Setelah Lia pergi, pengikut-nya yang mencapai 50-an orang langsung membubarkan diri dengan kendaraan pribadi mereka.(dtc/*)
|
|