|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Ditahan imbang PSS Sleman
Persibom Nyaris Dipermalukan Tamunya
|
QWETLY Alweny menjadi pe-nyelamat muka Persibom ke-tika tim Fajar Bulawan nyaris dipermalukan di kandang sendiri oleh tim tamu PSS Sle-man dalam lanjutan Kompetisi Liga Utama Indonesia di Gelora Ambang, Rabu (19/04). Persi-bom yang sempat tertinggal dua gol, akhirnya hanya mam-pu menahan Imbang PSS Sle-man dengan skor akhir 2-2.
Gol penyama kedudukan di-cetak Alweny tercipta hanya empat menit menjelang pertan-dingan babak kedua usai. Pa-dahal saat Alweny melesakkan gol kedua untuk tuan rumah di menit ke-86, lima menit se -belumnya Persibom tinggal diperkuat 10 pemain lantaran Yudas Ogu diusir wasit dari Lapangan setelah dihadiahi kartu kuning untuk kedua kalinya sekaligus kartu merah.
Meskipun usai pertandingan, Manager Persibom Hi Syam-sudin Kudji Moha BBA ber-syukur karena masih sempat meraih poin, namun ia menga-ku kurang puas dengan kepe-mimpinan wasit Agus Winardi asal Jawa Timur, karena terke-san ada keberpihakan kepada tim tamu yang notebene ber-asal dari daerah yang sama. Sedangkan pelatih PSS Heri Kiswanto menyatakan puas dengan hasil pertandingan, karena pihaknya bisa mencuri poin di kandang lawan.
“Sebenarnya ada peluang untuk membawa pulang tiga poin, tapi di menit-menit akhir anak-anak lengah, sehingga berhasil dimanfaatkan lawan untuk menyamakan kedudu-kan,” kata Kiswanto. Di bawah gerimis, sejak wasit membu-nyikan peluit kick off, anak-anak asuh Iwan Setiawan lang-sung menerapkan permainan menyerang dengan bertumpu pada dua striker Christian Ar-mendaris dan Quetly Alweny. Hanya saja, entah karena ab-sennya Fernando Soler yang diliburkan akibat kartu merah pada pertandingan sebelum-nya, sehingga serangan-sera-ngan yang dibangun lewat se-jumlah suplai cantik Rodrigo Araya, kerap mental di lini pertahanan tim tamu.
Di satu sisi, tuan rumah ha-rus mengakui kalau Sleman benar-benar menerapkan pola permainan bertahan yang sempurna. Gagalnya sejumlah serangan Persibom seprtinya menimbulkan depresi di lini serang, sampai-sampai menu-lari pemain-pemain belakang. Akibatnya sungguh fatal, Sle-man yang selalu mengandal-kan serangan balik berhasil mempecundangi Kingsley Chioma dan Arifin Adrian di barisan belakang Persibom. Di mana dua striker andal Sle-man, Wanderson Da Silfa dan Rocki Putiray, sama-sama me-nyumbang satu gol di babak pertama.
Wanderson yang bernomor punggung 3, memanfaatkan kelengahan lini belakang Per-sibom ketika menerima umpan sempurna dari lini tengah. Ia menggiring bola sendirian memasuki kotak finalti terkejar oleh Chioma dan Arifin. Sam-pai di mulut gawang, tenda-ngan yang tak begitu kuat me-ngecoh gerakan Muchtar Ade hingga si kulit bundar melesak mulus ke gawang Persibom. Sedangkan gol kedua Sleman dibuat Putiray lewat sundulan kepala, setelah terjadi kemelut di mulut gawang. Satu-satunya gol balasan Persibom di babak pertama ini diciptakan Rodrigo Araya di titik penalti, karena salah satu pemain belakang Sleman terjebak handsball.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan cukup menghibur dan membaut tegang ribuan penonton. Aksi saling baku balas serangan dipertontonklan kedua kubu. Persibom memang lebih ba-nyak menekan, tapi selalu saja mampu digagalkan, sebab Sle-man telah menarik beberapa pemain tengah untuk mem-bantu lini pertahanan. Kecewa bercampur tegang dari pemain maupun para Bommania di tengah upaya yang selalu gagal itu disempurnakan oleh pengusiran Yudas Ugu di menit 81, karena akumulasi kartu kuning.
Tapi lima menit kemudian, tuan rumah yang sudah nyaris pasrah dengan skor 2-1 yang tak kunjung berubah, berhasil memanfaatkan sebuah pe-luang kecil. Ketiak itu Araya mengeksekusi tentangan bebas dari sektor kiri per-tahanan Sleman. Bola yang diarahkan ke Mulut gawang berhasil dicuri Ilham Hasan lalu disuplai keapda alweni yang berdiri bebas. Denagn cepat, Alweni menyambut si kulit bundar dnegan kaki knannya hingga merobek gawang Sleman. Skor berubah 2-2, sampai pertandingan usai.(tus)
|
|